image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Kehati Flora

Flora

Terdapat juga 709 jenis tumbuhan alam telah terdaftar pada kawasan Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung sampai Tahun 2015, diantaranya 6 jenis tumbuhan alam yang dilindungi, yaitu Ebony (Diospyros celebica), Palem (Livistona chinensis dan Livistona sp.), Anggrek (Ascocentrum miniatum, Phalaenopsis amboinensis dan Dendrobium macrophyllum ). Selain itu, tercatat 116 jenis anggrek alam dan 43 jenis ficus.

Pada hutan pegunungan bawah dijumpai Litsea sp., Agathis philippinensis, Ficus spp. dan lain-lain.

Tingginya kandungan kalsium dan magnesium dari batuan kapur yang mendominasi areal karst di wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, menyebabkan terbatasnya jenis-jenis tumbuhan yang dapat hidup pada ekosistem tersebut. Pada habitat karst terdapat beberapa jenis tumbuhan antara lain Palanqium sp., Calophylum sp., Leea indica, Sapotaceae, Polyalthia insignis, Pangium edule, Aleurites moluccana, Celastroceae, Cinnamomum sp., Leea aculata, Litsea ascendens, Eugenia acutangulate, Mallotus sp., Mangifera sp., Rubiaceae, Ficus sp., Macaranga sp., Nauclea orientalis, Anthocepalus cadamba, Anthocepalus cinensis, dan Cassia siamea.

Jenis-jenis yang tumbuh pada habitat hutan hujan non dipterocarpaceae pamah antara lain Ebony (Diospyros celebica), Bitti (Vitex cofassus), Nyato (Palaquium obtusifolium), Cendrana (Pterocarpus indicus), Beringin (Ficus spp.), Sterqulia foetida, Dao (Dracontomelon dao), Aren (Arenga pinnata), Colona sp., Dillenia serrata, Kemiri (Alleurites moluccana), Bayur (Pterospermum celebicum), Mangifera spp., Kenanga (Cananga odoratum), Duabanga moluccana, Eugenia spp., Garcinia spp., Zizigium cumini, Arthocarpus spp., Buchanania arborescens, Anthocepalus cadamba, Myristica sp., Knema sp., dan Calophyllum inophyllum.