image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Spesies Tarsius Baru Ditemukan

Salah satu spesimen Tarsius wallacei yang ditangkap Uwemanje, Sulawesi Tengah.

KOMPAS.com - Para ilmuwan berhasil menemukan spesies baru tarsius purba yang hidup kira-kira 13 juta tahun yang lalu. Mereka menyadari fosil tulang rahang tarsius yang ditemukan merupakan spesies baru karena kunikannya dibandingkan tulang hewan sejenis. Spesies tarsius itu dinamai Tarsius sirindhornae.

Dalam penelitian itu, mereka menemukan sebanyak 18 fosil tulang rahang ditemukan di dekat lokasi pertambangan Propinsi Lampang, Thailand. Setiap tulang rahang dilaporkan memiliki 4 gigi kecil.

Tarsius adalah primata kecil yang merupakan nenek moyang monyet dan manusia. Hewan ini memiliki mata besar dan aktif pada malam hari. Kini paling banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara.

"Tarsius, dulu dan sekarang, masih sangat langka. Jadi Anda bisa membayangkan kalau menemukan 18 fosilnya. Itu sangat luar biasa," kata pimpinan penelitian Yaowalak Chaimanee, geolog dari Departemen Sumber Daya Mineral Thailand.

Berdasarkan analisis fosil, Chaimanee mengatakan, spesies tarsius baru tersebut diperkirakan memiliki berat total 180 gram. Dengan demikian, spesies tersebut merupakan tarsius terbesar yang pernah ada.

Fosil tarsius saat ini memiliki gigi tajam dan memakan serangga dan mamalia kecil. "Fosil tarsius yang kami temukan memiliki gigi melingkar. Kami memperkirakan tarsius ini memakan sesuatu yang berbeda," katanya.

Chaimanee berpendapat, area di dekat pertambangan ketika tarsius hidup dahulu merupakan hutan lebat. Ia juga memperkirakan bahwa fosil-fosil yang ada milik tarsius yang menjadi santapan predator saat itu. Penulis: Yunanto Wiji Utomo  | Editor: Tri Wahono (Sumber: www.kompas. com)