image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Ukuran Baru Status Konservasi

Ltshears.

Ada ukuran baru untuk menilai status konservasi satwa. Indeks baru tersebut disebut SAFE (Species Ability to Forestall Extinction), dibuat oleh tim peneliti dari University of Adelaide.

Indeks SAFE dibuat berdasarkan berbagai studi yang sudah dilakukan mengenai jumlah minimum suatu spesies agar dapat bertahan hidup di alam liar. Indeks baru ini mengukur seberapa dekat suatu spesies ke jumlah minimum tersebut. "SAFE merupakan alat prediksi yang baik untuk mengukur kerentanan spesies mamalia dari kepunahan," kata Profesor Corey Bradshay, Direktur Ecological Modelling di University of Adelaide.

Diakui oleh Bradshaw kalau SAFE tidak didesain untuk menggantikan daftar spesies terancam yang dibuat oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). "SAFE merupakan tambahan, bukan pengganti," tegas Bradshaw.

Bradshaw mengatakan kalau tidak semua spesies terancam punah setara. Dengan mengombinasikan SAFE dengan daftar IUCN, informasi yang disajikan jadi lebih lengkap.

Tim peneliti mengambil contoh badak sumatra dan badak jawa yang keduanya memiliki status kritis (Critically Endangered). "Tetapi, menyelamatkan badak sumatra dari kepunahan lebih mungkin berdasarkan indeks SAFE," jelas Bradshaw. Penyelenggara konservasi bisa memilih prioritas spesies yang dapat diselamatkan lebih dulu, demikian tambah Bradshaw. (Sumber: ScienceDaily). Alex Pangestu (Sumber: nationalgeographic.co.id)