image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Indonesia Miliki 27 Calon Situs Warisan Dunia

Aunwijonarko /Fotokita.net.

Dalam daftar Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites) UNESCO yang dirilis beberapa waktu lalu, tak satupun mencantumkan situs yang ada di Indonesia. Padahal, negeri ini amat kaya dengan berbagai tempat yang layak dilestarikan keberadaannya.

Hingga saat ini, sebanyak 911 tempat telah dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Dari jumlah tersebut, 704 termasuk dalam kategori kebudayaan, 180 dalam kategori alam, dan 27 lainnya dalam kategori campuran. Seluruh situs itu tersebar di 151 negara anggota dari 187 negara yang sudah meratifikasi Konvensi Situs Warisan Dunia.

Indonesia sendiri sampai saat ini memiliki tujuh situs yang sudah diakui sebagai Situs Warisan Dunia. Ketujuh situs itu adalah:

1. Candi Borobudur (diakui pada tahun 1991),
2. Candi Prambanan (diakui pada tahun 1991),
3. Taman Nasional Komodo (diakui pada tahun 1991),
4. Taman Nasional Ujung Kulon (diakui pada tahun 1991),
5. Situs Manusia Purba Sangiran (diakui pada tahun 1996),
6. Taman Nasional Lorentz, Papua (diakui pada tahun 1999), dan
7. Hutan Hujan Tropis Sumatera yang terdiri atas Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (diakui pada tahun 2004).

Selain ketujuh situs yang sudah diakui tersebut, Indonesia masih memiliki 27 situs lainnya termasuk dalam daftar tentatif Situs Warisan Dunia UNESCO. Daftar tentatif adalah daftar yang memuat berbagai tempat yang diajukan setiap negara untuk dinominasikan sebagai calon Situs Warisan Dunia. Di bawah ini adalah ke-27 situs yang masuk dalam daftar tentatif itu:

1. Kota Tua Banten (19-10-1995),
2. Kompleks Istana Waruga Burial (19-10-1995),
3. Kompleks Keraton Yogyakarta (19-101995),
4. Kompleks Istana Pulau Penyengat (19-10-1995),
5. Candi Sukuh (19-10-1995),
6. Candi Ratu Boko (19-10-1995),
7. Candi Penataran (19-10-1995),
8. Situs Megalitikum dan Rumah Tradisional Ngada (19-10-1995),
9. Pura Besakih (19-10-1995),
10. Benteng Belgica (19-10-1995),
11. Gua Gajah (19-10-1995),
12. Masjid Agung Demak (19-10-1995),
13. Taman prasejarah Gunongan (19-10-1995),
14. Taman Nasional Betung Kerihun (02-02-2004),
15. Kepulauan Banda (07-02-2005),
16. Taman Nasional Bunaken (07-02-2005),
17. Kepualuan Derawan (07-02-2005),
18. Kepulauan Raja Ampat (07-02-2005),
19. Taman Nasional Taka Bonerate (07-02-2005),
20. Taman Nasional Wakatobi (07-02-2005),
21. Lanskap Kebudayaan Bali (18-01-2007),
22. Situs Bawomataluo (06-10-2009),
23. Situs Candi Muara Takus (06-10-2009),
24. Candi Muarajambi (06-10-2009),
25. Situs Gua Prasejarah di Maros - Pangkep (06-10-2009),
26. Pemukiman Tradisional Tana Toraja (06-10-2009), dan
27. Situs Trowulan - Ibukota Kerajaan Majapahit (06-10-2009).

Situs Warisan Dunia UNESCO adalah sebuah tempat khusus (misalnya hutan, pegunungan, danau, gurun pasir, bangunan, kompleks, atau kota) yang telah dinominasikan untuk program Warisan Dunia internasional yang dikelola UNESCO. Program ini bertujuan untuk mengkatalog, menamakan, dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia. (Sumber: UNESCO). Agung Dwi Cahyadi (Sumber: nationalgeographic.co.id)