image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Artikel

Species Update: Jangkrik Jenis Baru Ditemukan Di Bulusaraung, Sulawesi Selatan

Jangkrik jenis baru dari Bulusaraung di habitatnya (Robillard 2010).

Indonesia memang surga berbagai jenis baru khususnya jenis-jenis fauna kelompok arthropoda. Baru-baru ini sedikitnya empat jangkrik jenis baru telah ditemukan di pulau-pulau Indonesia dan salah satunya ditemukan di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Adalah Dr. Tony Robillard, seorang Orthropterist dari Museum national d’histoire naturelle, Paris Perancis yang baru saja menerbitkan papernya di jurnal ZOOTAXA pada tanggal 2 Maret 2010.

Tony adalah salah satu peneliti yang sampai saat ini masih bekerja sama dengan peneliti Indonesia dari Museum Zoologicum Bogoriense, LIPI Cibinong yaitu Dr. Yayuk R. Suhardjono dan beberapa peneliti lain yang tiga tahun lalu melakukan kegiatan ekspedisi bersama di daerah Maros, Sulawesi Selatan.

Selain jangkrik jenis baru dari Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Tony juga mendeskripsi jangkrik jenis baru dari Ambon, Pulau Buru, Pegunungan Cyclops, Papua dan dua jenis lain dari Pulau Solomon.

Dalam artikel yang berjudul “New species of the genus Lebinthus (Orthoptera, Grylloidea, Eneopterinae, Lebinthini) from Indonesia and the Solomon Islands” yang terbit di ZOOTAXA 2386: 25-48 (2010), Tony juga melaporkan data-data tentang bagaimana jangkrik dari Bulusaraung berbunyi.

Jenis baru

Jangkrik jenis baru pertama yang dideskripsi adalah Lebinthus ambonensis Robillard, 2010 yang merupakan salah satu jenis yang ditemukan di Pulau Ambon dan merupakan koleksi RMNH, Leiden Belanda.

Jenis berikutnya yaitu Lebinthus buruensis Robillard, 2010 yang dikoleksi dari Pulau Buru, Maluku. Jenis baru tersebut saat ini disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense dan MNHN, Paris.

Dari pegunungan Cyclops, dideskripsi jenis baru yang diberi nama Lebinthus cyclopus Robillard, 2010 yang dikoleksi dari ketinggian 4000 kaki pada tahun 1936 dan saat ini tersimpan di BMNH, London Inggris.

Dari Pulau Sumatra dideskripsi ulang jenis Lebinthus truncatipennis Choppard, 1929 yang dikoleksi dari Pulau Sipora, Sumatra Barat yang merupakan jenis yang dideskripsi tahun 1929.

Sedangkan jenis baru yang ditemukan di Bulusaraung adalah Labinthus villemantae Robillards, 2010 yang juga ditemukan di daerah Malawa.

Lebinthus villemantae Robillard 2010, jangkrik jenis baru dari Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Daftar jangkrik jenis baru yang dideskripsi dari Indonesia dan Pulau Solomon

  1. Lebinthus ambonensis Robillard, 2010 — Pulau Ambon (Jenis Baru)
  2. Lebinthus buruensis Robillard, 2010 — Pulau Buru (Jenis Baru)
  3. Lebinthus cyclopus Robillard, 2010 — Pegunungan Cyclops, Papua (Jenis Baru)
  4. Lebinthus villemantae Robillard, 2010 — Gunung Bulusaraung, Sulawesi (Jenis Baru)
  5. Lebinthus truncatipennis Choppard, 1929 — Pulau Sipora, Sumatra Barat
  6. Lebinthus greensladei Robillard, 2010 — Pulau Solomon (Jenis Baru)
  7. Lebinthus kolombara Robillard, 2010 — Pulau Solomon (Jenis Baru)

 

Habitat

Jangkrik jenis baru dari Gunung Bulusaraung banyak ditemukan hidup di serasah di kawasan hutan. Mereka banyak ditemukan berkelompok di atas maupun di bawah daun yang basah.

Perilaku

Selain mendeskripsi jenis baru, Tony juga melaporkan perilaku jangkrik dewasa dilapangan maupun di laboratorium. Perilaku bernyanyi dibedakan menjadi nyanyian memanggil ‘calling song’, nyanyian kawin ‘coursthip song’ dan nyanyian agresif ‘aggressive song’.

Tantangan

Sekali lagi, Indonesia merupakan surga bagi berbagai jenis baru khususnya dari kelompok arthropoda. Namun sayangnya, jumlah taksonom di Indonesia tidak seimbang dengan kekayaan yang belum terungkap di luar sana. Sementara laju kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian keanekaragaman hayati semakin menjadi-jadi, kekayaan keanekaragaman yang belum terungkap masih menanti untuk dieksplorasi. #CR#

Cahyo Rahmadi (Sumber: www.biotagua.org)