image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Taman Nasional Ujung Kulon Dikelola Swasta

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).

JAKARTA--MICOM: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengizinkan Asia Pulp & Paper (APP) untuk melakukan pengembangan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Pandeglang, Banten, yang menjadi salah satu tempat berlindung terakhir bagi badak Jawa yang hampir punah.

APP menyumbangkan Rp3 miliar dalam tahap awal pembiayaan sebagai bagian dari program lima tahun untuk mendukung strategi dan rencana pelestarian badak, khususnya untuk badak Jawa.Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Darori menegaskan hal itu, Selasa (17/5).

"APP akan terlibat dalam pengembangan populasi badak di TNUK. Kemitraan ini akan membantu meningkatkan perlindungan bagi populasi badak yang ada, dan mempercepat pencapaian tujuan program Aksi Konservasi Badak Indonesia," ujar Darori.

Bentuk pengembangannya, lanjut Darori, akan mencakup berbagai kegiatan rehabilitasi dan konservasi yang bertujuan untuk memperbaiki lingkungan secara keseluruhan untuk melindungi populasi. Selain itu, memberikan program pemberdayaan, kesadartahuan dan edukasi bagi masyarakat untuk membantu melindungi badak Jawa dan habitatnya.

TNUK bukanlah kawasan konservasi pertama yang izin pengelolaannya diberikan kepada pihak swasta. Sebelumnya, Kemenhut mengizinkan PT Antam dan PT Chevron untuk mengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor, Jawa Barat. Selanjutnya, Kemenhut bakal membuka izin pengelolan Taman Nasional Tesso Nillo di Riau, dan Taman Nasional Gunung Leuser di Kalimantan Tengah kepada pihak swasta.

"Keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan taman nasional tidak membuat mereka memegang kekuasaan secara penuh. Mereka hanya membantu pengembangan di sejumlah kawasan konservasi. Lebih lagi, Kemenhut hanya memberikan izin pengelolan kepada pihak swasta yang berizin resmi," ucap Darori. (*/OL-8) (Sumber: www.mediaindonesia.com)