image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Artikel

Kawasan Wisata Bantimurung: Tumpuan PNBP TN. Bantimurung Bulusaraung

Satwa Liar Kupu-Kupu Biasa Dijumpai Di Kawasan Wisata Bantimurung.

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN. BABUL) dibentuk berdasarkan pertimbangan ekosistemnya yang sebagian besar berupa kawasan karst serta memiliki potensi alami yang tinggi dengan gejala alam/fenomena yang khas dan unik. Tidak salah jika pemerintah menunjuknya sebagai Taman Nasional sesuai SK. 398/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004 dengan luas ± 43.750 Ha.

Dalam luasan kawasan tersebut terkandung berbagai macam sumberdaya alam yang memiliki potensi sebagai objek wisata alam.   Seperti yang pernah dilakukan oleh Tim TN. BABUL tahun 2009 mengenai analisa objek dan daya tarik wisata alam (ODTWA), tidak kurang dari lima belas (15) lokasi yang berpotensi memiliki ODTWA.  Namun demikian dari sekian banyaknya sumberdaya alam yang berpotensi menjadi ODTWA, baru satu lokasi yang cukup menonjol sebagai kawasan wisata yaitu kawasan Wisaat Bantimurung.

Lokasi wisata ini telah dikelola cukup baik, meskipun pada lokasi di Bantimurung  masih terdapat kewenangan Pemda Kab. Maros.  Keberadaan Pemda Kab. Maros sebagai pengelola di Bantimurung selain juga Balai TN. BABUL berkaitan dengan sejarah yang cukup panjang mengiringi keberadaannya.  Kawasan Bantimurung ini difasilitasi oleh berbagai sarana prasarana wisata yang cukup memadai baik yang sifatnya alami maupun yang artificial.

Keberadaan fasilitas dan objek alam ini cukup menjadi daya tarik pengunjung yang datang, terutama pesona air terjunnya yang menjadi objek primadona tersendiri bagi pengunjung Kawasan ini juga didukung oleh objek alam lainnya yang cukup beragam seperti gua mimpi, gua batu, ekosistem hutan, satwa kupu-kupu yang terbang kian kemari, kera yang bergelantungan di atas pepohonan serta banyak lagi lainnya. Tidak heran jumlah pengunjung di lokasi kawasan ini cukup membludak setiap tahunnya.

Kawasan wisata yang dulu memiliki status sebagai Taman Wisata Alam (TWA) ini sejak era 70-an telah menjadi pendongkrak pendapatan Pemda Kab. Maros tidak pernah kehilangan pengunjung, meskipun saat ini statusnya beralih menjadi bagian dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.  Sepertinya perubahan status ini tidak mempengaruhi  motif dan tujuan pengunjung untuk datang ke Bantimurung.

Objek Air Terjun Sebagai Salah Satu Daya Tarik Kawasan Wisata Bantimurung.

Melihat kenyataan ini, pemerintah (pusat) pun memberi perhatian penuh pada TN. BABUL dengan menggenjot pendapatannya dari pemasukan  wisata ini melalui Balai TN. BABUL yang terus aktif melakukan koordinasi-koordinasi pada pihak terkait hingga terealisasinya pendapatan bagi negara berupa PNBP (Pendapatan Negara Bukan pajak).    Terhitung sejak awal tahun 2010, Balai TN. BABUL telah menerapkan Peraturan Pemerintah RI No. 59 Tahun 1998 Tentang tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Departemen kehutanan Perkebunan tanggal 5 Mei 1998, namun baru terlaksana di kawasan wisata Bantimurung ini.  Penerapan PNBP ini baru diterapkan pada satu item/kelompok wisatawan yaitu pada wisatawan nusantara dewasa. Implikasi kondisi ini adalah menurunnya jumlah kunjungan wisatawan karena kenaikan harga tiket masuk pada Kawasan Wisata Bantimurung.

Penurunan jumlah pengunjung ini ternyata tidak berbanding lurus dengan  pemasukan dari harga tiket tersebut.   Justru semakin tinggi penerimaan dari wisatawan ini dengan adanya kenaikan harga tiket.   Namun demikian belum diketahui faktor penyebab menurunnya jumlah kunjungan wisatawan, ini apakah karena kenaikan harga tiket atau faktor lainnya.  Dari segi ekonomi, kunjungan wisatawan dengan tarif awal (sebelum tahun 2010) dengan harga tiket Rp. 5.000,- dan kini naik menjadi RP. 10.000,- sangatlah tinggi kenaikan harga tiket masuk tersebut, sampai 100 % kenaikannya.  Adapun pembagian nilai tiket tersebut adalah Rp.7.500,- untuk Pemda kab. Maros; Rp. 2.500,- untuk PNBP .  Sesuai jumlah kunjungan yang terdata di Balai TN. BABUL, telah tercatat kedatangan pengunjung di Kawasan Wisata Bantimurung  pada tahun 2009 sebesar 579,987 sedangkan tahun 2010 sebanyak 494.162 orang wisatawan nusantara.   Bila dikalkulasikan lebih jauh lagi dengan nilai PNBP yang dikenakan bagi pengunjung sebesar RP. 2.500,- maka akan didapatkan nilai penerimaan wisata dari item pengunjung nusantara dewasa tahun 2010 adalah Rp  1,235,405,000,- (Satu Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Lima Juta Empat Ratus Lima Ribu Rupiah) tentunya terdapat angka yang sangat fantastis sesuai dengan cara pembacaan nominal tersebut yang cukup panjang.  Pada tahun 2009 belum ada penerapan PNBP sehingga tidak ada perbandingan nilai PNBP di kawasan wisata Bantimurung tersebut.

Perhatian lainnya dari pemerintah bagi TN. BABUL juga sangat dirasakan oleh pihak TN. BABUL karena pendapatan kunjungan wisatanya termasuk tinggi, sekali lagi TN. BABUL pun masuk dalam kelompok taman nasional yang memiliki peluang besar menjadi Badan Layanan Umum (BLU), dimana pada kondisi ini suatu taman nasional dinilai cukup mampu/mandiri untuk membiayai pengelolaannya sendiri.  Namun BLU ini masih dalam tahapan proses ke depannya.  Yang menjadi perhatian adalah seberapa besarkah pengelolaan yang dapat dibiayai sendiri??? Kapan BLU dapat terealisasi di TN. BABUL?? Siapkah kita?? Apapun yang terjadi kita tetap harus siap dan semangat dalam mengelola TN. BABUL.

DAFTAR PUSTAKAAnonim, 2009. Identifikasi ODTWA TN Bantimurung Bulusaraung. Laporan kegiatan
Anonim, 2010. Data dan Informasi pengelolaan pengunjung pada kawasan TN Bantimurung Bulusaraung.
Penulis: SITI MARYAM, PEH MUDA Balai TN. BABUL.