image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Demi Efek Jera, Kayu Hasil Pembalakan Liar Disarankan Dimusnahkan

Illegal Logging

PEKANBARU, REPUBLIKA.CO.ID - Direktur Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Darori, menyatakan kayu sitaan dari pembalakan liar dimusnahkan untuk menimbulkan efek jera.

"Lebih baik kayu pembalakan liar dimusnahkan saja atau digunakan untuk tujuan sosial," kata Darori pada Seminar Strategi Pencegahan dan Pemberantasan Mafia Hukum dalam Bidang Kehutanan, di Pekanbaru, Selasa (7/6).

Darori mengatakan hal tersebut dikarenakan adanya modus pelelangan kayu sitaan yang ternyata jatuh ke tangan pembalak liar dan mafia kehutanan.

Modusnya, lanjut Darori, mafia hutan membayar orang untuk membalak hutan lalu menggunakan LSM yang "ditunggangi" cukong kayu untuk melaporkannya ke aparat hukum. Kemudian cukong kayu tersebut mengikuti proses lelang dan akhirnya mendapatkan kayu tersebut.

Ia menjelaskan, banyak modus lain yang mencari celah untuk menguasai kayu sitaan pembalakan liar. Mereka meminta Kementerian Kehutanan memberi dispensasi harga yang lebih rendah dalam proses lelang dengan alasan kayu tersebut sudah rusak sehingga harga ekonomisnya rendah.

Cara itu, lanjutnya, pernah terjadi di Papua. "Di Papua ada yang meminta meminta dispensasi pelelangan kayu merbabu karena dikatakan sudah rusak. Ya kami mendengarnya tertawa saja, karena kayu merbabu itu bisa tahan puluhan tahun tak akan lapuk," katanya.

Ia mengatakan Kementerian Kehutanan bisa memberikan dispensasi untuk mempercepat proses lelang kayu untuk barang sitaan yang mudah rusak. Namun, uang hasil lelang dibekukan dulu hingga keluar vonis hakim di persidangan. Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari. Sumber: Antara. (Sumber : www.republika.co.id)