image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Menhut Tolak Izin Baru Penebangan Hutan

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan /KOMPAS/Priyombodo.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kondisi hutan Indonesia yang banyak rusak saat ini, membutuhkan perhatian semua pihak. Itu sebabnya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa sejak tahun 2010 tidak lagi memberi izin baru bagi penebangan hutan.

"Kalau ada yang bilang hutan kita rusak, itulah keadaan sekarang. Dan inilah yang akan kita perbaiki sekarang. Itu kan warisan masa lalu yang harus kita urus dengan serius sekarang," kata Zulkifli, Rabu (3/8/2011) di Jakarta.

Harapannya, menurut Zulkifli, kondisi hutan Indonesia akan lebih baik karena pohon dan lingkungan punya kesempatan untuk tumbuh tanpa diganggu dengan penebangan.

Saat ini, menurut Zulkifli, sekitar separuh anggaran kehutanan dipergunakan untuk perlindungan dan konservasi hutan. "Namun, kalau dibandingkan anggaran negara-negara lain, anggaran yang ada ini memang masih paling kecil, karena total anggaran kehutanan yang ada memang kecil," ujarnya.

Itu sebabnya, menurut Zulkifli, pemerintah mengajak semua pihak untuk memberi dukungan bagi program perlindungan dan konservasi alam. "Itu sebabnya, kami sangat senang jika ada pihak swasta yang memiliki perhatian pada konservasi alam dan keinginan untuk membantu. Dan jika ada dana yang diberikan, kami tidak pegang, tetapi langsung saja dipergunakan untuk konservasi itu," ungkapnya. Imam Prihadiyoko | Nasru Alam Aziz (Sumber: www.kompas.com)