image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

LIPI Usulkan Mekongga Jadi Cagar Biosfer

Kawasan Pegunungan Mekongga/beritakendari.com

Salah satu daya tarik keakayaan alam dan keanekaragaman hayati kita adalah kawasan Pegunungan Mekongga di Provinsi Sulawesi Tenggara. Keanekaragaman hayati di Pegunungan Mekongga (2.788 M) telah mengundang para peneliti dari Amerika Serikat. Adapun beberapa mitra kerja yang berperan aktif antara lain dari UC Davis, National Health Institute, USDA dan USAID.

Mereka telah menjalin kerjasama riset dengan lembaga Litbang terkemuka yaitu LIPI, Balitbang Kehutanan, Kemhut dan ITB sejak tiga tahun terakhir dan akan berlanjut Nopember mendatang hingga tahun 2012. Kolaborasi riset yang diberi nama “ICBG:Biodiversity Surveys in Indonesia and Discovery of Health and Energy Solution" telah berhasil menemukan berbagai species tumbuhan dan satwa baru yang berdifay endemic serta potensi pengembangan obat-obatan seperti obat antinyeri (pain killer) and antikangker. Begitu kayanya Pegunungan Mekongga, mereka menjuluki sebagai “the Land of a Million Discoveries: atau Bumi dengan sejuta penemuan.

Hal yang tidak kalah pentingnya dari hasil kerjasama riset tersebut adalah telah dirumuskannya sebuah naskah akademik (academic paper) yang mengusulkan untuk ditetapkannya Pegunungan Mekongga sebagai suatu kawasan konservasi atau Cagar Biosfer mengingat pentingnya kawasan tersebut untuk laboratorium alam dan pentingnya melestarikan flora fauna yang ada di dalamnya.

Terkait proyek kerjasama penelitian tersebut, pada tanggal 25-28 Juli 2011 bertempat di Pusat Penelitian Biologi LIPI diadakan pertemuan tahunan bertajuk "ICBG Indonesia Annual Meeting: Biodiversity Surveys in Indonesia and Discovery of Health and Energy Solution" untuk membahas berbagai aspek dalam proyek penelitian seperti penjelasan mengenai proyek kerjasama ini secara komprehensif, laporan perkembangan proyek, pembahasan mengenai kesepakatan-kesepakatan yang tercakup dalam proyek serta diadakan pula kunjungan ke beberapa fasilitas milik LIPI dan FORDA. Rangkaian kegiatan selama empat hari ini melibatkan langsung para peneliti asing dan lokal yang tergabung dalam proyek penelitian.

Satu hal yang menjadi topik besar dalam pertemuan tahunan kali ini ialah mengenai Ekspedisi Mekongga di Sulawesi yang tengah dilaksanakan dalam payung proyek ICBG. Hasil luar biasa Ekspedisi Mekongga dalam penemuan berbagai spesies baru dan berbagai aspek lain juga memunculkan ide untuk mengajukan Mekongga sebagai area konservasi atau taman nasional. Namun ide tersebut masih perlu dikaji lebih jauh karena memerlukan pertimbangan komprehensif dari banyak pihak. Oleh karena itu, saat ini win win solution yang dapat dilakukan adalah menjadikan Mekongga sebagai Cagar Biosfer.

Hal ini mengingat besarnya tantangan yang akan dihadapi oleh para pemangku kepentingan (stake holders) mengingat banyaknya kelompok kepentingan (interest group) yang telah lama memiliki vested interest di sekitar kawasan Mekongga yang mengutamakan keuntungan ekonomi jangka pendek. Tidak jauh dari kawasan tersebut, tepatnya di Kabupaten Kolaka Utara sudah beroperasi 23 perusahaan pertambangan. Bahkan Proyek ICBG sendiri secara umum dibagi menjadi empat program besar yang meliputi survei keanekaragaman hayati, survei mikrobial dan pencarian solusi atas permasalahan energi, pencarian solusi atas kesehatan manusia, dan pendidikan konservasi lokal.

Sesuai dengan semangat PP No. 41 Tahun 2006, tentang Perizinan Melakukan Kegiatan Litbang bagi Perguruan Tinggi Asing, Lembaga Litbang Asing, Badan Usaha Asing dan Orang Asing pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kerangka penelitian, pengembangan dan penerapan iptek tidak terlepas dari kerjasama internasional di bidang iptek. Hal ini disadari mengingat kemajuan iptek sebagian besar terjadi di negara-negara maju. Sejalan dengan hal itu, maka kerjasama internasional yang dilakukan oleh semua unsur kelembagaan iptek dilaksanakan untuk meningkatkan transfer iptek dari negara-negara lain dan meningkatkan partisipasi ilmiah masyarakat internasional.(pelti/humasristek) (Sumber: www.lipi.go.id)