image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional: Mewujudkan Cinta Konservasi Generasi Muda

Menanam pohon membuat anak mencintai lingkungan /smpsantoborromeus.blogspot.com

SIARAN PERS Nomor: S.370 /PHM-1/2011. Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional: Mewujudkan Cinta Konservasi Generasi Muda

Ancaman utama penurunan integritas nilai-nilai konservasi di Indonesia adalah semakin maraknya pembangunan infrastruktur seiring pesatnya pembangunan dan pemekaran wilayah yang berdampak pada terfragmentasinya habitat alami, peningkatan eksploitasi sumber daya alam melalui aktivitas pertambangan dan penebangan hutan, serta penurunan kualitas habitat alami karena adanya introduksi tanaman maupun satwa invasif serta dampak dari pembuangan aktivitas pertambangan di sekitar kawasan.

Pelaksanaan kegiatan konservasi dan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan, haruslah menjadi komitmen  dan tanggung jawab seluruh masyarakat secara luas.  Kebijakan nasional maupun internasional tidak akan berarti tanpa dukungan masyarakat secara luas.

Dalam peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tangal 10 Agustus 2011 ini, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan workshop dengan tema “Mewujudkan Cinta Konservasi Dalam Jiwa Generasi Muda”. Tema ini dipilih dengan tujuan mewujudkan kesepakatan pentingnya HKAN serta dukungan dalam penguatan kepedulian generasi muda  dalam mengelola hutan secara lestari baik pada kawasan konservasi maupun di luar kawasan. Workshop diselenggarakan di Hotel Grand Tropic Jakarta selama 2 hari yaitu tanggal 10 – 11 Agustus 2011 dan dibuka oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Peserta workshop sebanyak 100 (seratus) orang yang berasal dari generasi muda (mahasiswa) yang peduli konservasi yang berasal dari 30 (tiga puluh) Universitas yang ada di Indonesia dan dihadiri oleh Pejabat  Eselon I Lingkup Kementerian Kehutanan, Pejabat Eselon II Lingkup Direktorat Jenderal PHKA, Kepala UPT lingkup Ditjen PHKA.

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan momentum strategis yang memiliki sasaran dan manfaat sangat penting dalam mendukung pengembangan upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya (KSDAHE) untuk menumbuhkembangkan semangat melakukan upaya konservasi. HKAN juga merupakan bagian dari pendidikan dan sosialisasi KSDAHE kepada lapisan masyarakat termasuk generasi muda dan para pengambil kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Peringatan HKAN dimaksudkan sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat serta penyelenggara pembangunan nasional untuk lebih berperan dalam upaya KSDAHE, dan mengkomunikasikan kegiatan HKAN sebagai salah satu langkah kebijakan strategi KSDAHE melalui kampanye secara nasional.

Hutan Indonesia yang terletak pada kawasan tropis dunia terdiri dari 15 formasi hutan dimana sebagian besar didominasi oleh tipe hutan hujan tropis. Hutan tropis Indonesia dikenal sebagai tempat megabiodiversity baik di daratan maupun perairan. Hutan di Indonesia merupakan habitat bagi ± 38.000 jenis tumbuhan termasuk 27.500 spesies tumbuhan berbunga -- 10% dari tumbuhan berbunga di dunia -- (separuhnya merupakan jenis endemik Indonesia), 515 spesies mamalia (12% jenis mamalia dunia), 511 spesies reptilia (7,3% dari jenis reptilia dunia), 270 spesies amphibia, 1.531 jenis burung (17% spesies burung dunia), 2.827 jenis binatang tak bertulang, kupu-kupu sebanyak 121 spesies (44% jenis endemik), serta lebih dari 25% spesies ikan air laut dan air tawar di dunia. Disamping itu, hutan Indonesia memiliki tumbuhan palma sebanyak 477 spesies (47% endemik) dan kurang lebih 3.000 jenis spesies tumbuhan penghasil bahan berkhasiat obat.

Kawasan konservasi selain berfungsi sebagai gudang plasma nutfah dan pengatur sistem hidro-orologis, juga memiliki potensi ekonomi yang dapat didorong sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan mampu meningkatkan pendapatan negara.

Untuk memastikan pelaksanaan pemanfaatan sumber daya alam dapat berjalan dengan baik, selain dilakukan pengawasan dan pembinaan oleh pemerintah, pengusaha dan masyarakat diwajibkan untuk melaksanakan pemanfaatan SDA dengan prinsip tidak terjadi penurunan SDA,  memberi manfaat untuk masyarakat yang hidup di dalam/sekitar kawasan, dan meminimalkan dampak lingkungan dan pencemaran.

Jakarta, 10 Agustus 2011

Kepala Pusat,

ttd

Masyhud

NIP. 19561028 198303 1 002

(Sumber: www.dephut.go.id)