image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Indonesia Hijau Segera Terwujud dengan Budaya Menanam

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan /Priyombodo

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan meyakini, jika budaya menanam pohon terus dilakukan, maka program "Menuju Indonesia Hijau" akan segera terwujud dan lingkungan yang rusak bisa diperbaiki.

"Kalau kita terus lakukan budaya menanam saya yakin Menuju Indonesia Hijau akan segera tercapai," kata Zulkifli pada Rakornis Program Menuju Indonesia Hijau yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini yang mengalami ancaman bencana alam seperti banjir, longsor dan juga deforestasi yang tinggi diyakini dapat diatasi dengan catatan, masing-masing pihak melakukan tugas dan kewajibannya sesuai undang-undang.

"Yakin lingkungan kita bisa diperbaiki karena menurut ketentuan kawasan kita sudah diatur sedemikian rupa. Konsep peraturan perundang-undangan kawasan sudah kita bagi ada kawasan konservasi, lindungan, hutan produksi dan area lain. Kalau kita ikuti kaedah-kaedah itu lingkungan kita pasti aka bagus," tambahnya.

Dikatakannya, Kementerian Kehutanan memiliki kebijakan untuk menjaga Indonesia lebih hijau setelah eksploitasi selama 40 tahun.

Program yang pertama adalah pemberhentian sementara izin kawasan konsesi maupun konversi lahan gambut, kata dia menjelaskan.

Program lain yang dilakukan adalah menanam satu miliar pohon, ditambah anggaran Rp3 triliun semuanya untuk penanaman. Saat ini budaya menanam pohon sudah cukup baik terutama di Pulau Jawa, sementara Sumatera dan pulau lainnya belum begitu meningkat.

Untuk mendukung program penanaman satu miliar pohon, Kementerian Kehutanan membuat persemaian permanen di 23 provinsi yang bisa meproduksi bibit 3-5 juta bibit per tahun.

Selain itu, program lainnya adalah mengembangkan industri kayu berbasis hutan tanaman bukan hutan alam serta yang paling penting adalah penegakan hukum.(*) (T.D016/M026) Editor: Ruslan Burhani COPYRIGHT © 2011(Sumber: www.antaranews.com)