image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Hutan bisa jadi alternatif sumber pangan nasional

Ilustrasi hutan/andimanwno.wordpress.com

Bogor (ANTARA News) - Ada kabar dari hutan, tidak jauh-jauh, dari hutan hujan tropis Indonesia. Adalah Center for International Forestry Research (CIFOR), menggagas konferensi pengembangan hutan Indonesia sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Direktur Jenderal CIFOR, Frances Seymour, mengatakan, dari kantor pusatnya di Bogor, Sabtu, untuk membahas hal penting nan strategis itu, juga harus melibatkan para pemangku kepentingan kehutanan selain para ahli.

Selain mengkaji isu utama pemenuhuan kebutuhan pangan berbasis hutan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mengkaji masalah kayu, energi maupun Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+).

Konferensi berjudul "Hutan Indonesia: Alternatif masa depan untuk memenuhi kebutuhan pangan, kayu, energi dan REDD+" akan diselenggarakan pada Selasa, 27 September mendatang, bertempat di Hotel Shangri-La di Jakarta.

Menurut Seymour, perhelatan akbar tersebut melibatkan lebih dari 800 pemegang kepentingan utama hutan Indonesia, yang akan membuat diskusi-diskusi pada forum konferensi hangat dan hidup.

Selain itu, kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri 39 pembicara, panelis dan moderator. Antara lain utusan khusus Perubahan Iklim Bank Dunia, Andrew Steer, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, dan Nana Suparna dari Asosiasi Pengusahaan Hutan Indonesia.

"Konferensi ini diharapkan dapat meningkatkan peran hutan Indonesia dalam pengembangan pangan, energi dan perubahan iklim global," papar Frances Seymour.

Konferensi tersebut digagas sebagai kerjasama antara CIFOR, Pemerintah Norwegia dan Australia, UK Climate Change Unit Indonesia, Climate and Land Use Alliance (CLUA), Bank Dunia, dan Komisi Uni Eropa. (*) (Sumber: www.antaranews.com)