image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Hewan Langka Bisa Dihidupkan Lewat Sel Kulit

Bubollus quarlesi /Alain Compost.

CALIFORNIA - Para peneliti telah menyimpan beberapa sel-sel kulit dari spesies hewan yang terancam punah selama 40 tahun. Kini, upaya tersebut nampaknya berguna untuk mengembangkan sebuah metode produksi sel induk dari sampel sel kulit yang tersimpan.

Sel-sel kulit yang telah lama disimpan ini dapat digunakan untuk menghidupkan kembali spesies hewan yang terancam punah. Upaya untuk melindungi hewan yang langka memang sudah dimulai pada tahun 1972, namun para ahli saat itu belum mengetahui teknologi sel induk. Namun mereka berupaya menyimpan sampel kulit dari berbagai spesies hewan dengan harapan bahwa satu hari nanti akan ada ilmu pengetahuan untuk mencari cara dalam melestarikan kembali hewan-hewan yang langka.

Sekarang, nampaknya sel induk berbasis teknologi sedang dikembangkan. Hal ini menunjukan bahwa sampel sel kulit yang tersimpan bisa bermanfaat guna menghidupkan kembali spesies hewan yang sudah punah. Teknik untuk mengubah sel kulit menjadi sel induk disebut induced pluripotent stem cells (iPS).

Sekelompok peneliti dari Scripps Research Institute (SRI), di La Jolla, California, baru-baru ini berhasil menunjukkan bahwa ada kemungkinan untuk mengubah sel kulit yang telah membeku menjadi sel induk yang layak untuk digunakan. Mereka menggunakan sampel yang dikumpulkan dari monyet berbulu abu-abu dan badak putih dari utara. Demikian seperti dikutip Softpedia, Selasa (6/9/2011).

Kedua spesies tersebut sangat terancam punah, sehingga tindakan insentif harus dilakukan oleh tim. Dengan menciptakan sel induk dari sampel kulit, peneliti juga mampu mempelajari beberapa penyakit yang mempengaruhi kelangsungan hidup hewan paling langka di dunia ini.

Sebagai contoh yang terjadi pada monyet berbulu abu-abu yang hidup di penangkaran hewan, umumnya hewan tersebut terkena penyakit diabetes. Sel induk yang dibuat oleh para peneliti juga bisa digunakan sebagai terapi penyembuhan penyakit pada hewan.

Tapi tujuan utama penggunaan teknologi sel induk ini pada hewan adalah untuk menciptakan sel sperma dan sel telur, yang kemudian dapat digunakan untuk diversifikasi kedalam gen dari spesies yang terancam kepunahan. Harapannya agar bisa menghasilkan kembali spesies hewan yang sudah punah dan menjaga kelangsungan hidup beberapa hewan yang sedang terancam punah.

Badak putih, merupakan salah satu hewan yang sangat bermasalah dalam proses perkembangbiakannya dan jumlahnya pun sedikit. Artinya jika spesies ini mati, maka mereka akan punah. Spesies lain yang juga terancam punah antara lain gajah dan macan tutul salju.

Saat ini, "Frozen Zoo" sebuah kebun binatang yang khusus menyimpan kulit spesies binatang langka, telah memiliki sampel kulit dari 800 spesies hewan yang berbeda. Rincian penelitian mengenai sel kulit yang bisa menghasilkan sel induk telah diterbitkan dalam edisi minggu lalu di jurnal ilmiah Nature Methods. (tyo) (Sumber: www.okezone.com).