image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Kembali ke Permenhut 614/1999

Perkebunan Kelapa Sawit /Shutterstock.com.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto, Jumat (23/9/2011), mengatakan, Peraturan Menteri Kehutanan No.62/2011 segera dicabut. Aturan akan kembali kepada Permenhut 614/1999 tentang Hutan Tanaman Campuran.

"Ya segera dicabut dan kembali ke Permenhut 614/1999 tentang Hutan Tanaman Campuran," terang Hadi Daryanto melalui pesan pendek.

Ia dikonfirmasi ketika masih berada di Sidney Australia untuk mengikuti Charting Sustainable Forest Management. Penerbitan Permenhut P.62 tahun 2011 pada Agustus 2011 dituding berbagai aktivis lingkungan keehutanan, dalam pasal-pasalnya teridentifikasi upaya pemutihan terhadap pelanggaran Undang-undang no 41 thn 1999 tentang kehutanan.

"Dengan dikeluarkannya permenhut itu, akan terjadi impunitas atas berbagai pelanggaran yang ada, seperti dugaan tindak pidana korupsi oleh beberapa kepala daerah karena menerbitkan izin kebun sawit dalam kawasan hutan tanpa adanya alih fungsi kawasan," ucap Deddy Ratih, Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Besar Wahana Lingkungan Hidup (Walhi).

Permenhut 62/2011 itu juga ditengarau menyia-nyiakan upaya penegakan hukum terhadap pencurian kayu yg terjadi sbg akibat pembukaan kawasan hutan yang dilakukan oleh perusahaan2 perkebunan kelapa sawit. (Sumber: www.kompas.com)