image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Wisman Rusia Tunggu Penerbangan Langsung

Taman Nasional Laut Wakatobi di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, memiliki pemandangan alam bawah air yang eksotis, Rabu (4/5/2010). Hal ini harus didukung dengan pengaturan perikanan tangkap yang ramah lingkungan untuk menjaga biodiversitas alam salah satu segitiga karang dunia itu /KOMPAS/ICHWAN SUSANTO

JAKARTA, KOMPAS.com -  Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wisman Rusia ke Indonesia terus meningkat. Meski demikian, potensinya belum tergarap secara maksimal. Masalahnya masih klasik. Belum juga terealisasi penerbangan reguler langsung Rusia - Indonesia yang ditunggu-tunggu.

Hal tersebut disampaikan Direktur Promosi Luar Negeri Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Noviendi Makalam, Sabtu (24/9/2011).

Menurutnya, Rusia perlu perhatian tersendiri khususnya dalam menggarap pasar Rusia bagian tengah, Siberia hingga ke Rusia bagian Timur, Vladivostok. Salah satu kendala yang masih menghambat arus wisatawan Rusia ke Indonesia adalah belum adanya penerbangan reguler langsung (scheduled direct flight) baik dari maskapai penerbangan Indonesia maupun Rusia.

Yang ada saat ini adalah penerbangan carter yang bersifat musiman dari Moskow, St. Petersburg, Yekaterinburg dan Novosibirsk. "Kita sudah lama bicara soal penerbangan reguler langsung, tapi masih sepi-sepi saja tanggapannya," katanya.

Sejak satu setengah tahun lalu, wacana pembukaan penerbangan reguler langsung sudah mengemuka, terlebih-lebih setelah ditandatanganinya Air Service Agreement antara Indonesia dan Rusia pada bulan Maret 2011 lalu. Saat ini wisatawan Rusia mencapai Indonesia dengan menggunakan penerbangan reguler melalui Singapura, Doha, Dubai, Abu Dhabi, Frankfurt atau Amesterdam.

Selain itu terdapat pula yang menggunakan charter flight. Catatan statistik Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia menunjukan peningkatan wisatawan Rusia ke Indonesia belum sesuai dengan potensi yang ada. Pada tahun 2010 sebanyak 79.100 wisatawan Rusia ke Indonesia atau meningkat 1 persen dari tahun sebelumnya.

Pada periode Januari-Juni 2011 wisatawan Rusia ke Indonesia tercatat 46.181 orang dan diharapkan target 90.000 orang sampai akhir tahun 2011 dapat tercapai. Berdasarkan Dinas Statistik Rusia, wisatawan rusia yang berkunjung ke luar negeri periode Januari-Juni 2011 lebih dari 6,1 juta orang.

Negara-negara yang menjadi pilihan wisatawan Rusia, seperti Turki dikunjungi lebih dari 1,13 juta orang, China hampir 632 ribu orang, Mesir hampir 489 ribu orang, dan Thailand lebih dari 421 ribu orang. Tahun 2010 orang Rusia yang bepergian ke luar negeri sebanyak 12,6 juta orang dan menghabiskan 26,5 milyar dolar. (Sumber: www.kompas.com).