image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Workshop Opsi Pendanaan Mitigasi Perubahan Iklim untuk Tentukan Posisi Indonesia di COP 17

COP 16 Cancun-MEXICO.

SIARAN PERS, Nomor : S. 421/PHM-1/2011, Workshop Opsi Pendanaan Mitigasi Perubahan Iklim untuk Tentukan Posisi Indonesia di COP 17

Sebagai bagian dari komitmen global dalam upaya mengurangi dampak negatif perubahan iklim, Indonesia telah menetapkan target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26 % dengan upaya sendiri atau 41 % dengan bantuan Internasional sampai tahun 2020 berdasarkan Business as Usual (BAU). Dari target sebesar 26 %, sekitar 14 % dibebankan kepada sektor kehutanan. Reducing Emission from Deforestation and forest Degradation (REDD) merupakan sebuah mekanisme untuk mengurangi emisi GRK dengan cara memberikan kompensasi kepada pihak-pihak yang melakukan pencegahan deforestasi dan degradasi hutan. Dalam perkembangannya, REDD diperluas menjadi REDD plus. REDD plus merupakan kerangka kerja REDD yang lebih luas dengan memasukkan aspek konservasi, pengelolaan hutan lestari, dan peningkatan cadangan karbon. Hal ini bertujuan agar partisipasi untuk menerapkan REDD semakin luas serta memberikan penghargaan kepada negara-negara yang sudah berupaya melindungi hutannya.

Di dalam perkembangannya, COP 16 tentang REDD+ di Cancun telah memutuskan bahwa implementasi REDD+ dilakukan secara bertahap dengan langkah dan persyaratan tertentu, sesuai tahapannya dan kondisi masing-masing negara. Selain itu, terdapat agenda tentang berbagai pendekatan kebijakan termasuk penggunaan pasar (market) untuk meningkatkan aksi mitigasi. Progres negosiasi pendanaan REDD+ berjalan lamban, namun demikian pada COP 17 ditargetkan adanya rekomendasi ke COP tentang opsi-opsi pendanaan REDD+ yang akan dijadikan sebagai dasar penyusunan keputusan COP.

Dalam rangka menjaring masukan sebagai bahan posisi Indonesia dalam sidang UNFCCC menuju COP 17, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan Workshop Opsi Pendanaan (Financing Options) Mitigasi Perubahan Iklim di sektor kehutanan pada Selasa 20 September 2011 pkl 09.00 WIB di Ruang Rimbawan I, Gedung Manggala Wanabakti Jakarta. Melalui workshop ini diharapkan dapat teridentifikasi opsi-opsi pendanaan di sektor kehutanan, baik domestik maupun internasional, terkumpulnya bahan untuk penyusunan posisi negosiasi tentang “financing options” untuk REDD+ dan rekomendasi kebijakan terkait. Hadir dalam pertemuan ini para pembicara dari World Bank dan Dewan Nasional Perubahan Iklim.


Jakarta, 20 September 2011

Kepala Pusat,
ttd
Masyhud
NIP. 19561028 198303 1 002

(Sumber: www.dephut.go.id)