image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Babakan Siliwangi Menjadi Hutan Kota Internasional

Babakan Siliwangi Menjadi Hutan Kota Internasional /Arief Sujatmoko

Babakan Siliwangi (Baksil) di Bandung diresmikan sebagai hutan kota internasional oleh United Nation Environment Programme (UNEP), Selasa (27/9). Deklarasi tersebut dihadiri oleh Direktur Eksekutif UNEP, Achim Steiner, Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta, dan Walikota Bandung, Dada Rosada. Peresmian baksil ini dilakukan saat pembukaan konferensi lingkungan internasional yang bertajuk "Tunza International Children and Youth Conference on The Environment 2011".

Ridwan Kamil dari Bandung Creativa City Forum (BCCF) sebagai salah satu penggagas terciptanya baksil sebagai hutan kota dunia mengatakan, "ini merupakan contoh bagi masyarakat lain di Indonesia bahwa suara rakyat dapat menciptakan sesuatu yang berguna." "Penetapan baksil ini baru awal, harus masyarakat yang memanfaatkannya sebagai ruang publik," tambahnya.

Ratusan pemuda dari berbagai negara turut serta mendeklarasikan baksil menjadi hutan kota internasional. Selain itu, penanaman seribu pohon di area tersebut menjadi simbol awal terciptanya baksil sebagai hutan kota internasional.

Di dalam hutan kota internasional itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merencanakan akan membangun restoran. "Hanya beberapa meter saja yang digunakan untuk restoran, sisanya tetap menjadi hutan," ungkap Dada Rosada. "Tadinya akan ada hotel dan sebagainya, tapi setelah dipikirkan kembali, hanya akan ada restoran di dalam hutan kota itu," jelasnya. Dada berharap momen ini menjadi ajakan kepada masyarakat untuk ikut terlibat dalam penghijauan di Kota Bandung. (Sumber: www.nationalgeographic.co.id)