image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Inilah Sisa Waktu SBY Proteksi Hutan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono /RUMGAPRES/ABROR RIZKI.

JAKARTA, KOMPAS.com- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan tiga tahun terakhir pemerintahannya akan digunakan untuk menjaga hutan tropis di Indonesia. Keputusan ini penting mengingat hutan bagi Indonesia merupakan sumber daya alam yang strategis bagi kehidupan masyarakat, ekonomi, dan lingkungan.

"Saya akan melanjutkan pekerjaan saya dan mendedikasikan sisa tiga tahun masa jabatan saya sebagai Presiden untuk menjaga dan meningkatkan lingkungan dan hutan Indonesia," kata Presiden, Selasa (27/9/2011) di Jakarta, saat membuka Konferensi Internasional Forests Indonesia: Alternative futures to meet demands for food, fibre, fuel, and REDD+.

Presiden menandaskan keberhasilan Indonesia dalam melakukannya akan menentukan masa depan dan kesempatan bagi generasi mendatang. Indonesia kehilangan sekitar 1,1 Juta hektar hutan per tahun.

Sebagian besar disebabkan penebangan yang tak berkelanjutan seperti penggunaan areal hutan bagi perkebunan sawit dan kertas. Selain itu, penebangan Ilegal turut menyebabkan kerugian negara sekitar 4 miliar dollar AS per tahun.

"Kita harus mengubah langkah kita dalam mengelola hutan sehingga terlindungi meskipun kami harus berat dalam mempercepat pertumbuhan Ekonomi," ucapnya.

Bahkan Presiden Yudhoyono mengatakan dirinya tak ingin pada masa mendatang harus menjelaskan kepada cucunya, Almira, Indonesia tidak dapt menjaga hutan dan warga yang tergantung pada hutan. "Saya tak ingin mengatakan padanya (Almira) berita yang menyedihkan bahwa harimau sumatera, badak, dan orangutan punah seperti dinosaurus," ucapnya.  (Sumber: www.kompas.com)