image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Puluhan Lumba-Lumba Terdampar di Ujung Kulon

Ilustrasi /Courtesy Asia News.

Dua puluh tiga ekor lumba-lumba terdampar di Pantai Kampung Cikawung, Banten, Rabu (28/9) siang. Dari puluhan lumba-lumba terdampar, baru tujuh yang berhasil diselamatkan. Terdamparnya lumba-lumba ini masih menjadi pertanyaan, karena Ujung Kulon bukanlah jalur lintas lumba-lumba.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ujung Kulon sekarang tengah menangani sekawanan lumba-lumba tersebut. Menurut informasi dari WWF di sana, beberapa pihak BKSDA Ujung Kulon mengatakan bahwa terdamparnya para lumba-lumba tersebut disebabkan oleh perubahan suhu, arus, angin, dan juga keracunan makanan.

Menurut Dedi, pemandu ekowisata di Taman Jaya, "Sebelumnya ada dua puluh tiga lumba-lumba, lalu enam belas ekor mati, dan sisanya sedang diusahakan oleh masyarakat untuk dikembalikan ke laut." Dedi menambahkan bahwa pasir yang landai menyebabkan mereka terdampar dan akhirnya beberapa mati.

Sekarang, BKSDA, WWF dan masyarakat setempat sedang melakukan usaha penyelamatan terhadap lumba-lumba tersebut. Relokasi dan mengarahkan lumba-lumba kembali ke tengah laut masih diupayakan oleh pihak-pihak tersebut. Selain itu, petugas juga mengantisipasi adanya lumba-lumba lain yang terdampar dikarenakan perairan yang sedang surut. (Sumber: www.nationalgeographic.co.id)