image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Lukisan Gua Kuno Karya Anak-anak

Para ahli mengatakan pola garis ini dibuat oleh anak-anak 13.000 tahun lalu.

Para arkeolog menemukan seni gua hasil karya anak-anak yang digambar 13.000 tahun lalu di kompleks gua yang terkenal di Rouffignac, Prancis selatan.

Di dinding dan langit-langit gua antara lain ditemukan gambar gajah purba, badak, dan kuda. Ditemukan pula ribuan pola-pola garis di permukaan gua yang lunak.

"Pola garis yang dibuat anak-anak bisa ditemukan di setiap ruang di gua tersebut," kata Jess Cooney, arkeolog dari Universitas Cambridge kepada koran Daily Telegraph di London.

"Beberapa garis terletak di dinding dan langit-langit gua. Jadi, anak-anak ini pasti berada di pundak orang dewasa ketika menggambar garis-garis tersebut," imbuhnya.

Menurut Cooney gambar kuno di gua ini hasil karya anak-anak berusia antara tiga hingga tujuh tahun.

Ritual Agama?

Dari hasil kajian tim peneliti, disimpulkan gambar-gambar tersebut dibuat oleh setidaknya empat anak, dua di antaranya perempuan. Kesimpulan ini diambil dengan membandingkan dan menyamakan gambar.

Cooney mengatakan penemuan gambar-gambar anak ini menunjukkan gua di Prancis ini tempat yang sangat khusus.

"Apakah ini tempat untuk bermain atau untuk ritual, kami tidak bisa menjawabnya," kata Cooney.

Selain di Prancis, pola garis memanjang di dinding-dinding gua juga ditemukan di Spanyol, Papua Nugini, dan Australia.

"Kami tidak tahu mengapa orang-orang membuat gambar ini. Kami hanya bisa menduga mungkin ini untuk kepentingan ritual keagamaan, untuk latihan, atau mungkin sekedar mengisi waktu luang," kata Cooney. (Sumber: www.bbc.co.uk)