image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Pemerintah Akan Patenkan Ikan Arwana

Sclerofages formosus

JAKARTA. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tengah berupaya mematenkan ikan arwana. Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan Darori berharap hak paten internasional itu bisa diperoleh tahun ini.

Sejauh ini, Kemenhut tengah membentuk tim yang akan membuktikan ikan arwana benar-benar berasal dari Indonesia. Tim ini terdiri dari Kemenhut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Kementerian Hukum dan HAM. Kemenhut juga mengajak beberapa perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat untuk turut terlibat.

Darori mengatakan, surat keputusan tim ini sedang diproses. Setelah bisa membuktikan ikan arwana berasal dari Indonesia, tim ini akan mendaftarkan hak paten ke World Intellectual Property Organization.

Darori mengungkapkan, alasan mematenkan ikan ini supaya tidak diakui sebagai milik negara lain. Sebab, dia mendengar ada beberapa negara yang mengakui ikan arwana sebagai ikan khas mereka. Sayangnya, dia tidak menyebutkan nama negara tersebut.

Ketua Arwana Club Indonesia Stephen Suryaatmadja mendesak pemerintah bertindak lebih cepat untuk mematenkan ikan arwana. Sebab, dia bilang, arwana jenis super red sudah jelas berasal dari Indonesia. “Buktinya ada peneliti Prancis, Laurent Pouyaud, yang dibayar oleh negaranya untuk meneliti ikan itu. Lalu, semua negara yang memiliki ikan super red itu diambilnya berasal dari Kalimantan,” ucap Stephen.

Stephen mengakui ada indikasi negara tetangga sudah mulai mematenkan arwana sebagai ikan asli milik mereka. “Kabarnya negara itu sudah bergerilya. Jangan lagi kita sampai kecolongan seperti batik dan reog ponorogo,” imbuhnya.

Secara umum ikan arwana yang terdapat di Indonesia terdiri dari dua jenis yaitu jenis Sclerofages formosus memiliki tiga varietas yaitu arwana merah (super red), merah-keemasan (golden red) dan hijau (green). Ikan ini bertebaran di beberapa daerah kalimantan dan Sumatra. Adapun satunya lagi jenis Sclerofages yardinii atau lebih dikenal dengan arwana Irian atau arwana hitam yang hidup di daerah Papua khususnya di Merauke. (Sumber: www.kontan.co.id)