image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Tujuh daerah di Riau terima dana REDD+

Hutan /Irma Tambunan

Pekanbaru (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Riau mengajukan tujuh daerah yang berpotensi menerima dana implemantasi Pengurangan Emisi dari Degradasi dan Deforestasi (REDD+).

"Ada tujuh daerah yang diusulkan menerima dana REDD," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau, Fadrizal Labay, ketika dihubungi di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelaskan, tujuh daerah yang dipilih dinilai memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi dan berada di lahan gambut yang bisa menjadi penyimpan karbon. Daerah tersebut antara lain Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, kawasan Semenanjung Kampar, serta hutan lindung Rumbio dan Buluh Cina.

"Namun, baru dua daerah yang disetujui oleh Kementerian Kehutanan yakni TNBT dan TNTN," ujarnya.

Sebelumnya Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Riau pada pekan lalu menjelaskan, pemerintah akan mengalokasikan 70 persen dana REDD+ untuk masyarakat di sekitar hutan, 20 persen untuk pemerintah daerah dan sisanya 10 persen untuk pemerintah pusat.(F012) (Sumber: www.antaranews.com)