image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Hewan Lunak Raksasa dari Antartika

Spesies hewan lunak raksasa (Zeidora antartica) yang ditemukan di perairan Antartika /Plataforma SINC

KOMPAS.com — Christian Aldea, ilmuwan asal Spanyol, menemukan spesies baru hewan lunak (mollusca) raksasa di Antartika yang kemudian diberi nama Zeidora antartica. Spesies ini ditemukan saat Aldea dan rekan dari Departemen Ekologi dan Zoologi Universitas Vigo, Spanyol, melakukan ekspedisi beberapa waktu lalu.

Zeidora antartica, meski disebut raksasa, sebenarnya hanya berukuran 14 mm. Disebut raksasa karena ukuran spesies ini tergolong besar dibanding dengan hewan lain yang berada dalam satu genus, yang biasanya hanya berukuran tak lebih dari 5 mm.

Seperti tertera dalam namanya, spesies ini masuk dalam genus Zeidora. Aldea mengatakan, "Genus ini merupakan grup hewan yang belum banyak dipahami. Grup ini terdiri atas 14 spesies dengan hanya sedikit spesimen yang ditemukan."

Spesies hewan lunak raksasa ini memiliki kemiripan secara morfologi dengan limpet (Fissurellidae). Persisnya, spesies ini ditemukan pada kedalaman 600 meter di Laut Bellingshausen di Antartika. Selain di tempat ini, genus Zeidora, di antaranya, ditemukan di Panama dan Jepang.

"Kami melakukan deskripsi spesies berdasarkan ciri-ciri cangkang karena tidak ada jaringan lunak yang ditemukan pada satu-satunya spesimen yang diambil," kata Aldea seperti dikutip Science Daily, Sabtu (8/10/2011). Meski demikian, dipastikan bahwa spesies ini masih eksis, bukan fosil.

Spesimen spesies baru ini kini disimpan di National Natural History Museum di Madrid. Spesies telah dibandingkan dengan spesies dalam genus Zeidora lain yang disimpan di Natural History Museum di London. Hasil penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Nautilus. Sumber: Science Daily (Sumber: www.kompas.com)