image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Masalah Lingkungan 15 Danau Masih Jadi Prioritas

Danau Rawapening /Amanda Putri Nugrahanti/KOMPAS

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam Konferensi Nasional Danau Indonesia II (KNDI II) sejak Kamis hingga Jumat ini, 13-14 Oktober 2011 di Semarang, Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan kembali 15 danau sebagai prioritas penanganan.

Konferensi ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi Nasional Danau Indonesia I yang melahirkan Kesepakatan Bali tentang Pengelolaan Danau Berkelanjutan pada tanggal 13 Agustus 2009.

Konferensi 2009 itu telah menyepakati 15 danau menjadi danau prioritas periode 2010-2014, yang dipilih berdasarkan parahnya tingkat kerusakan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Danau-danau itu adalah  Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Maninjau dan Danau Singkarak (Suamtera Barat), Danau Kerinci (Jambi), Rawa Danau (Banten), Danau Rawapening (Jawa Tengah), Danau Batur (Bali), Danau Tempe dan Danau Matano (Sulawesi Selatan), Danau Poso (Sulawesi Tengah), Danau Tondano (Sulawesi Utara), Danau Limboto (Gorontalo), Danau Sentarum (Kalimantan Barat), Danau Cascade Mahakam (Semayang, Melintang, Jempang), dan Danau Sentani (Kalimantan Timur).

Kesepakatan KNDI I di Bali ditandatangani oleh sembilan menteri terkait yaitu Menteri Negara Lingkungan Hidup, Menteri Pertanian, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kehutanan, Menteri Kebudayaan dan Pariswisata, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kelautan dan Perikanan dan Menteri Negara Riset dan Teknologi. Isu permasalahan danau ini juga mengundang perhatian Komisi VII DPR RI. Mereka telah membentuk Panitia Kerja (Panja) Kawasan 15 Danau Prioritas.

Diharapkan pembentukan Panja ini dapat memberikan stimulan positif serta multiplier effect kepada pihak lainnya untuk bergerak lebih nyata lagi menyelamatkan danau agar tujuan pengelolaan danau berkelanjutan dapat tercapai.

"Selamatkan danau menjadi pilihan tepat untuk mengatasinya. Diharapkan sejak hari ini komitmen penyelamatan danau di Indonesia sudah selalu menjadi langkah nyata penyelamatan danau," urai Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Menteri Negara Lingkungan Hidup, di Semarang. (Sumber: www.kompas.com)