image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Gua Prasejarah Ditemukan di Bone

GUA PRASEJARAH. Salah seorang pengunjung di Liang Uhallie menunjuk sejumlah lukisan peninggalan pra sejarah di dinding gua tersebut /EDY ARSYAD/FAJAR.

WATAMPONE, FAJAR--- Sebuah gua prasejarah ditemukan masyarakat di wilayah  Dusun Kalukue, Desa Langi, Kecamatan Bontocani Bone. Gua bernama Uhallie tersebut banyak menyimpan bukti kehidupan manusia prasejarah.

Temuan arkeologis itu berupa lukisan telapak tangan serta beberapa lukisan yang menyerupai hewan, seperti babi rusa dan anoa, serta lukisan menyerupai mata panah. Bahkan hasil analisa arkeolog Unhas, jumlah lukisan tangan di Uhallie tersebut melampaui Gua Leang-leang di Kabupatan Maros. Bahkan terbanyak di Sulawesi.

Arkeolog  Unhas,Yadi Mulyadi mengatakan mulai 4 sampai 6 Oktober lalu, ia dan tim dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar mendatangi lokasi itu, untuk melakukan pengecekan terhadap informasi warga dan Mapala Teknik Unhas soal gua prasejarah tersebut.

"Ternyata informasi itu benar. Di Gua Uhallie terdapat sejumlah lukisan. Lukisan itu sendiri, merupakan peninggalan zaman prasejarah, tepatnya zaman mesolitik. Manusia saat itu  sudah mengenal hidup menetap pada gua-gua," bebernya.

Yadi menambahkan, temuan arkeologis berupa lukisan telapak tangan paling banyak jumlahnya di Gua Uhallie daripada lukisan telapak tangan di Gua Leang-leang,di Kabupaten Maros. "Bahkan yang paling banyak jumlahnya di Sulawesi,"kata Yadi. Lukisan telapak tangan berdasarkan pengecekan, kata Yadi, sebanyak 99 lukisan telapak tangan manusia prasejarah.

Arkeolog Unhas ini, berharap kepada Pemkab Bone, untuk segera melakukan tindak lanjut dari hasil pengecekan dari tim   BP3, yaitu melakukan penelitian yang lebih menyeluruh dan penetapan Gua atau Liang  Uhallie sebagai situs  cagar budaya yang ada di Kabupaten Bone.

Gua itu sendiri awalnya ditemukan kembali oleh salah seorang warga setempat, Awaluddin, yang hendak berburu babi, Kamis 22 September lalu. Namun sepekan terakhir ini, temuan arkeologis itu masih menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat, yang mempertanyakan kebenaran temuan itu.

Salah seorang warga Watampone, Rosdiana Sulja misalnya. Ia penasaran dengan informasi penemuan gua prasejarah di Dusun Kalukue, Desa Langi, Kecamatan Bontocani tersebut. Bahkan, ia dan rekan-rekannya mendatangi gua itu, untuk memastikan kebenarannya. "Ternyata benar ada puluhan lukisan telapak tangan manusia dan lukisan yang menyerupai anoa dan babi rusa, serta mata panah di dinding gua itu," kata Rosdiana. Tetapi, ia belum bisa memastikan, apakah lukisan tersebut merupakan peninggalan pra sejarah atau bukan. (*) (Sumber: www.fajar.co.id)