image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Rancang Zonasi

Karst Maros - Pangkep/ LIONMAG.

MAROS Online -  Guna penentuan batas-batas keruangan kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (Babul) menggelar diskusi konsultasi publik rancangan zonasi Taman Nasional Babul, di ruang rapat utama (Rupatama) Kantor Pemerintah Kabupaten Maros, Kamis (10/10) lalu.

Penetapan zonasi atau zoning biasanya dilakukan pada satu kawasan atau area yang memiliki fungsi dan karakteristik lingkungan yang spesifik. Karena setiap zona memiliki pembagian lingkungan atau pengendalian pemanfaatan ruangyang berbeda-beda. Namun, penetapan zonasi ini, tidak lain untuk menjamin bahwa pembangunan yang akan dilaksanakan dapat mencapai standar kualitas lokal minimum, baik dalam hal kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan.

Kepala Balai Taman Nasional Babul, Agus Budiono mengatakan latar belakang diadakan kegiatan  ini berawal dari suatu proses pengelolaan Taman Nasional Babul. Dalam pengelolaan taman nasional, zonasi merupakan suatu perangkat penting pengelolaan yang menjadi "rule of game" atau management order. Sebagai taman nasional yang memiliki ekosistem asli, memang harus dilakukan penyusunan pemanfaatan ruang melalui zonasi.

"Dengan zonasi ini berarti bagaimana kita mampu menata pemanfaatan taman nasional, sehingga memiliki banyak fungsi. Dimana nantinya fungsi-fungsinya berbeda satu sama lain dalam satu zona. Jadi zonasi ini merupakan prakondisi yang harus diprioritaskan dalam kegiatan pemantapan kawasan, sebelum kawasan taman nasional dapat dikembangkan, dimanfaatkan dan dikelola secara efektif sesuai fungsinya," urainya.

Diakuinya hingga saat ini taman nasional Babul belum ditetapkan zonasinya. Olehnya itu pada kegiatan ini baru akan ditetapkan. Taman nasional Babul belum ditetapkan zonasinya, baru akan ditentukan. Hasil diskusi yang dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekertariat Daerah Kabupaten Maros, Thamrin Ramri melahirkan beberapa kesepakatan.

Diantaranya, semua peserta konsultasi publik di wilayah Kabupaten Maros pada dasarnya tidak keberatan atas rancangan zonasi yang telah disusun dan dikonsultasikan oleh Balai Taman nasional Bantimurung Bulusaraung. Kemudian diperlukan sinkronisasi pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat didalam dan disekitar kawasan taman nasional.

Selain itu pemerintah Kabupaten Maros, Balai Taman Nasional Babul serta wakil dari masyarakat mengakui hak kepemilikan lahan masyarakat Dusun Pattunuang (Kampung Pangia) dan Dusun Tallasa Desa Samanggi kecamatan Simbang, secara defacto dengan batas-batas sebagaimana deliniasi diatas peta rancangan zonasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Selanjutnya dalam rangka percepatan proses pengusulan perubahan fungsi dan perubahan peruntukan (Enclave) pada kampung Pangia dan Dusun Tallasa, pemerintah daerah melakukan upaya langjutan sebagai bahan pengusulan perubahan fungsi atau perubahan peruntukan kepada Mentri Kehutanan sesuai aturan yang berlaku.

Sedangkan kesepakatan terakhir yang ditandatangani oleh semua pihak terkait yaitu jika sampai dengan implementasi zonasi Taman Nasional Babul masih terdapat hal-hal penting yang belum terakomodir yang didukung dengan data dan informasi yang valid, agar senantiasa dikomunakasikan dengan Balai Pengelolah Taman Nasional Babun dan akan ditindaklanjuti bersama dengan terlebih dahulu melakukan pengecekan di lapangan. [humas] (Sumber: www.maroskab.go.id)