image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Turis Jepang Kepincut Kupu-kupu Bantimurung

Graphium androcles / Zdenek Hanc

Jakarta - Keunikan fauna di Sulawesi Selatan, terutama di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, menjadi daya tarik turis untuk datang ke Indonesia. Bahkan karena pesonanya yang luar biasa, mampu menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung. Salah satu contohnya turis Jepang, yang memilih untuk mengamati kumbang daripada pesona alam itu sendiri.

"Turis Jepang menyukai kumbang untuk diadu, yaitu dengan memasang umpan pada sebatang kayu kecil, dan mengadu dua kumbang untuk memperebutkannya. Atau biasanya diadu satu sama lain” ujarnya Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sri Wenenang, di sela-sela pameran "Deep and Extreme Indonesia 2012", di Jakarta Convention Center, pada pekan lalu.

Selain itu, wisatawan asal negari matahari terbit itu juga sangat tertarik dengan keindahan kupu-kupu yang menjadi ikon Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Taman Nasional ini bahkan diberi gelar The Kingdom of Butterfly oleh Alfred Ruseel Wallace karena kelimpahan jenis kupu-kupunya

Sementara, Kepala Seksi Wilayah II Maros Dedy Asriady mengatakan, kupu-kupu di taman nasional ini mencapai lebih dari 200 jenis spesies. "4 jenis di antaranya dilindungi oleh pemerintah, yaitu Troides hypolitus, Troides helena, Troides haliphron, dan Chetosia myrina," katanya.

Status perlindungan, lanjutnya, diberikan dengan tiga kriteria, yakni terancam kepunahan, jarang ditemukan, wilayah persebarannya terbatas.

Selain Jepang, negara lain seperti Singapura juga salah satu peminat terhadap kunang-kunang dari Sulawesi Selatan. Kunang-kunang tersebut dimanfaatkan sebagai objek wisata di sana,

Konsumen luar negeri, biasanya membeli serangga dari Sulawesi Selatan secara langsung, maupun impor. Biasanya mereka melalui pihak ketiga. Serangga yang diekspor merupakan serangga yang bebas, baik berupa kepompong, serangga dewasa, maupun serangga yang telah diawetkan.

Selain serangga, Taman Nasional masih memiliki beraneka ragam hewan unik lainnya seperti Beberapa binatang yang menjadi kekhasan lokasi ini adalah kupu-kupu, kumbang, musang Sulawesi, kera hitam Sulawesi, kuskus, tarsius, dan berbagai jenis burung.

Khusus untuk tarsius, keberadaannya sebenarnya telah lama diketahui, namun habitat dan lokasi pastinya baru ditemukan sejak 2007. Primata terkecil di dunia ini berukuran 8,5-16 cm, dan hanya ada di Sulawesi. [WS] (Sumber: www.gatra.com)