image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Wisata Karst Lebih Menguntungkan daripada Tambang

Air Terjun Bantimurung / Rana Pipiens.

CIBINONG, KOMPAS.com - Amran Achmad, Kepala Laboratorium Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa ekowisata kawasan karst bila dikembangkan akan lebih menguntungkan daripada tambang.

Dalam Lokakarya "Ekosistem Karst Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa" di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Cibinong, Kamis (3/5/2012), Amran memaparkan keuntungan ekowisata di kawasan karst Bantimurung.

"Dari ticketing saja, pendapatan dari wisata karst Bantimurung pada tahun 2008 sebesar 2,8 miliar, pada tahun 2009 sebesar 3,2 miliar sementara tahun 2010 sudah 7,7 miliar. Sementara tambang hanya 200 juta," kata Amran.

Jumlah tersebut didapatkan hanya dari wisatawan domestik yang berkunjung. Jumlah wisatawan mancanegara masih sangat minim karena pengembangan kawasan yang belum mantap.

Amran mengatakan, kasus di Bantimurung menunjukkan bahwa ekowisata lebih mampu menghasilkan keuntungan daripada tambang, dengan resiko kerusakan ekosistem lebih rendah. Karenanya, pengembangan ekowisata perlu dilakukan.

"Saat ini, turis asing belum banyak datang ke Bantimurung karena fasilitasnya kurang. Maka perlu dikembangkan fasilitas dan kesipan masyarakat menghadapi wisatawan," ungkap Amran.(Sumber: www.kompas.com)