image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Harmoni Alam Desa Wisata Tompobulu

Puncak Gunung Bulusaraung. Foto: BTN. Babul

PANORAMA gunung karst yang berjejer rapih, bak tuan rumah yang sedang berdiri menyambut tamunya. Sajian pemandangan ini akan kita temukan saat menginjakkan kaki di Desa Tompobulu.

Makin ke dalam, pengunjung akan disugi pemandangan deretan hutan pinus serta ratusan pohon raksasa yang menjulang tinggi. Desa ini masih "perawan". Masih menjunjung tinggi nilai agama, budaya tradisional serta adab-adab kepantasan, meski telah resmi menjadi tujuan wisata sejak 2007 lalu. Di desa ini pulalah, endemik hewan langka bernama Tarsius, berada.

Desa Tompobulu berada di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, jaraknya sekitar 17 km dari jalan poros Makassar - Pangkep. Desa ini terkenal dengan keindahan alamnya yang masih alami dengan suasana alam yang sejuk. Karena berada pada ketinggian ± 950 meter dari permukaan laut, membuat hawa yang membalut wilayah ini antara 20 hingga 30 derajat celsius, sangat sejuk dan menyegarkan.

Bagi para pendaki, desa ini adalah surga. Hamparan arena outbond alami siap menantang adrenalin para penikmatnya. Desa ini merupakan titik awal pendakian menuju puncak Gunung Bulusaraung yang dimulai sekitar 2 kilometer dengan medan yang tidak terlalu sulit.

"Sejak Tahun 2007 Gunung Bulusaraung masuk  dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN-Babul), sejak saat itu pula desa Tompobulu menjadi desa wisata alam. Setiap hari Sabtu dan Minggu, banyak pendaki yang memasuki wilayah ini menuju puncak Gunung Bulusaraung. Kami sendiri amat bangga dan senang, sebab desa kami menjadi ramai oleh para pelancong baik lokal, maupun mancanegara," papar Kepala Desa Tompobulu, Muhammad Jabir.

Desa Tompobulu dihuni lebih 1.700 jiwa, karena sering dikunjungi pelancong, sebagian dari warga setempat membuat tempat penginapan alternatif. Jadi, tidak perlu khawatir saat berada di desa ini. Ada banyak rumah penduduk yang bisa disewa sebagai homestay.

Selain itu, di sepanjang jalan wilayah ini, banyak dijumpai rumah peristirahatan atau lazim disebut gazebo. Gazebo ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat peristirahaan sementara.

Selain hawanya yang sejuk, salah satu hal yang paling menarik saat berada di wilayah desa wisata ini adalah bunyi serangga khas hutan akan terus mengalun menemani perjalanan pelancong. Suara serangga tersebut bak nyanyian alam, yang bisa membuat rasa tentram seketika menyeruak di dalam dada. Rasa syukur atas nikmat dan kebesaran Tuhan, terasa betul saat berada di desa ini.

Bagi yang sudah bosan dengan pemandangan hutan pinus, panorama karst yang sangat unik di Desa Tompobulu sangat layak jadi alternatif.

Desa Tompobulu terintegrasi dengan kawasan karst Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) yang luasnya mencapai 43.750 hektare itu.

Karst TN Babul merupakan karst terindah di dunia. Sebagai salah satu obyek wisata alam yang banyak didaki oleh para pencinta alam, Desa Tompobulu dapat dicapai dengan kendaraan mobil atau motor dari Kota Makassar sekitar tiga jam.

Sembari menikmati panorama alam desa yang berada di kaki Gunung Bulusaraung, pengunjung sekaligus dapat menikmati kehidupan tradisional dan keramah tamahan penduduknya.(sri/kas) (Sumber: www.fajar.co.id)