image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Pertama di Dunia, Tarsius Lahir di Penangkaran

Seekor bayi Tarsius (Tarsius fuscus) lahir selamat di penangkaran (foto: Iqbal Abadi Rasjid)

TEMPO.CO , Makassar - Seekor bayi Tarsius (Tarsius fuscus) lahir selamat di penangkaran Balai Penelitian Kehutanan Makassar pada Senin, 8 Oktober 2012. Menurut para peneliti, momen ini diduga sebagai kelahiran pertama di dunia untuk Tarsius khas Sulawesi dalam penangkaran.

"Bisa jadi ini kelahiran pertama di penangkaran karena jenis Tarsius khas Sulawesi ini belum ada yang menangkarkan," ujar Maryatul Qiptiyah, peneliti utama Tarsius kepada Tempo, Rabu 17 Oktober 2012.

Pada awalnya, mereka hanya meneliti tentang perilaku sepasang Tarsius yang ditangkarkan sejak 2011 lalu. Mulai dari cara beristirahat, bermain, makan bahkan perilaku perkawinan.

Menurut Maryatul, dua ekor induk Tarsius yang sudah berpasangan itu ditangkap dari habitat alam. Mereka menghuni kandang penangkaran yang didesain sedemikian rupa sehingga mirip dengan habitat aslinya. Bahkan pohon bambu berduri sebagai vegetasi juga disiapkan dalam kandang itu.

"Hari pertama penangkaran, pasangan Tarsius ini nampak tertekan. Tapi setelahnya mereka cepat beradaptasi," ujar Maryatul. Proses bercumbu dan kawin tercatat dengan baik.

Data IUCN menunjukkan primata ini telah masuk dalam daftar merah tentang spesies terancam. "Kelahiran ini sangat bermanfaat di dunia konservasi," ujar Bayu Wisnu Broto, salah satu tim peneliti.

Induk Tarisus diambil dari habitat alam Taman Nasional Bantimurung. Binatang nokturnal ini ditangkarkan dalam kandang penangkaran berukuran 4 x 3 x 4 meter. (Sumber: m.tempo.co)