image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Peduli Kelestarian Alam, Bersama Tanam Pohon

Penanaman Pohon oleh Mahasiswa KKN Alauddin Makassar (Foto: Kamajaya Shagir).

Maros, tn-babul.org — Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 48 menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon di “Bulu Tombolo”, dusun Pattiro, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Rabu (20/3/2013).

Mahasiswa KKN, Firman mengatakan bahwa program kerja penanaman pohon adalah salah satu program kerja Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar yang bertujuan untuk memotivasi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam sekitarnya.

“Jenis bibit pohon yang ditanam adalah pohon puspa (Schima wallichii) dengan jumlah bibit pohon yaitu 380 batang” kata Fatahuddin selaku Satuan Tugas UIN Alauddin Makassar. Meski jumlah bibit pohon yang ditanam tidak banyak, lanjutnya, tetapi yang paling penting memberikan motivasi kepada masyarakat dalam rangka pelestarian alam khususnya di lahan desa dan zona tradisional Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Sementara, Tokoh Masyarakat, Nur Salam, menjelaskan di sekitar lokasi penanaman “Bulu Tombolo” ini terdapat hutan adat seluas lebih kurang 80 hektar. Penanam pohon ini juga berguna untuk menjaga sumber mata air dalam memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat, lanjutnya.

Perwakilan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Abd. Rahim Siking, mengatakan lokasi penanaman pohon berada di lahan desa dan zona tradisional Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dengan  luas total sekitar 0,5 ha.

Sebelum dilaksanakan penanaman pohon, Satuan Tugas UIN Makassar, Tokoh Masyarakat dan perwakilan dari Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memberikan pengarahan dan penyuluhan kepada masyarakat dari kelompok tani dusun Pattiro dan Kelompok Pemuda dusun Pattiro, dusun Kappang dan dusun Naung. Dalam pengarahan dan penyuluhan tersebut disampaikan materi arti penting pohon bagi kehidupan serta diskusi.

Dalam kegiatan penanaman pohon, turut hadir perwakilan dari Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Darwis, yang memberikan pengarahan teknis penanaman pohon,  perwakilan dari desa Labuaja, Badan Pembina Desa (Babinsa) dan Kepala dusun Pattiro. (Jack)