image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

5th IndoGreen Forestry Expo 2013

Zulkifli Hasan menyalami sejumlah anak yang membawa bibit pohon, sebelum membuka pameran 5th IndoGreen Forestry Expo 2013. (foto: Rengga Sancaya).

Jakarta, tn-babul.org — Kementerian Kehutanan menyelenggarakan pameran kehutanan “5th IndoGreen Forestry Expo 2013” yang digelar di Assembly Hall, Jakarta Convention Centre, Jakarta pada tanggal 4 – 7 April 2013.

5th IndoGreen Forestry Expo 2013” yang bertemakan Green Economy, merupakan wujud dukungan Kementerian Kehutanan terhadap program pemerintah yaitu “Sustainable Growth with Equity in Forestry Sector Toward 2020” dan upaya merealisasikan Konsep Gaya Hidup yang Hijau Menuju Indonesia Hijau (Green Living Concept Towards Green Indonesia).

Pameran ini merupakan ajang diseminasi informasi kepada khalayak luas tentang potensi yang dimiliki oleh sektor kehutanan, tata cara pengelolaan hutan, pemanfaatan berkelanjutan dan pelestarian hutan beserta hasil hutannya baik kayu maupun non kayu. Bagi sektor swasta, IndoGreen Forestry Expo ini merupakan media sosialisasi atas aksi mereka dalam pembangunan kehutanan baik dalam bentuk reklamasi hutan maupun lahan bekas tambang.

Lebih dari 100 (seratus) stand ikut serta dalam pameran ini. Untuk stand Kementerian Kehutanan diikuti oleh unit eselon I Lingkup Kementerian Kehutanan, termasuk Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang bergabung dengan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Konservasi Alam dan Hutan Lindung (PJLKKHL) sebagai wakil dari Direktorat Direktorat Jenderal (PHKA). Beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup Ditjen PHKA lainnya yang bergabung pada stand Direktorat yaitu dari Balai Taman Nasional: Gunung Ceremai, Kepulauan Togean, Wakatobi, Bali Barat serta Balai KSDA Sulawesi Tengah.

Dengan mengusung tema “Pemanfaatan Jasa Lingkungan Sebagai Era Baru Konservasi”, stand Direktorat menampilkan  5 pemanfaatan jasa lingkungan yaitu wisata alam, air, karbon, panas bumi dan flora-fauna. Selain itu, dua event besar yang akan berlangsung pada tahun 2013 ini juga akan disosialisasikan kepada masyarakat luas pada stand Direktorat yaitu: (1) Hari Konservasi Alam Nasional (HAKN) yang akan jatuh pada tanggal 10 Agustus 2013, dan (2) Sail Komodo yang akan diselenggarakan sejak Agustus – September 2013.

Pameran dibuka oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, pada hari Kamis (4/4), dilanjutkan dengan acara talkshow. Dalam acara talkshow tersebut, Direktorat PJLKKHL berkesempatan menjadi salah satu narasumber untuk slot bertemakan Hari Konservasi Alam Nasional (HAKN). Rangkaian acara seperti pentas seni, fun bike dan acara hiburan lainnya, meramaikan pameran.

Untuk mendukung Konsep Gaya Hidup Hijau, aksi nyata Kementerian Kehutanan diwujudkan pula melalui pembagian bibit buah-buahan dan tanaman kehutanan kepada para pengunjung selama pameran berlangsung. Sebanyak 1000 (seribu) bibit dibagikan setiap harinya secara gratis. (Indra)