image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Kunjungan ke BKSDA Yogyakarta dan Balai TN. Gunung Merapi

Penyerahan kenang-kenangan oleh Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung Ir. Sri Winenang, MM kepada Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Yogyakarta Saptana. (foto: Taufik Ismail).

Yogyakarta, tn-babul.org — Dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung mengadakan studi banding pengelolaan karst dan jasa lingkungan di Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta serta Resort Base Management (RBM) di Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 4 – 9 April 2013 diikuti oleh beberapa staf Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Kunjungan ke Suaka Margasatwa (SM) Paliyan, Jumat (5/4) disambut oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Saptana beserta stafnya di antaranya Kepala Resort SM Paliyan Widodo dan Ibu Tesi, serta perwakilan Mitsui Sumitomo Insurance (MSI) Gunawan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Dedy Asriady, S.Si dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang diberikan oleh Balai KSDA DIY. “Tujuan studi banding ini adalah mengetahui pengelolaan karst dan jasa lingkungan khususnya di SM. Paliyan serta RBM di TN. Gunung Merapi,” katanya.

“Salah satu peran swasta adalah ikut sertanya Mitsui Sumitomo Insurance (MSI) dalam kegiatan rehabilitasi di SM Paliyan melalui program “Rehabilitasi and Regeneration in Paliyan Wildlife Sanctuary” dari tahun 2005 – 2011. Program tersebut merupakan kerjasama antara Ditjen PHKA dengan Mitsui Sumitomo Insurance yang melibatkan masyarakat sekitar kawasan SM Paliyan,” kata Gunawan selaku Manager Site.

Ditambahkan karena berhasil, pihak MSI grup memutuskan untuk melanjutkan proyek Paliyan ini selama 5 tahun 2011 – 2016. Target selama 5 tahun ke depan bagi Mitsui grup adalah membuat skema untuk melestarikan hutan SM Paliyan dan sekitarnya bersama masyarakat setempat.

Setelah acara pertemuan selesai rombongan studi banding Balai Taman Nasional bantimurung Bulusaraung mengunjungi lokasi Cave Tubing Gua Pindul yang dikelola oleh Karang Taruna Dusun Gelaran I, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (Jack)