image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Pembentukan Kader Konservasi

Pembentukan Kader Konservasi Tingkat Pemula Tahun 2013 (foto: Indra Pradana).

Makassar, tn-babul.org — Dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar turut berperan serta dalam upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya di sekitar Kawasan Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung, Balai TN. Bantimurung Bulusaraung menyelenggarakan kegiatan Pembentukan Kader Konservasi Tingkat Pemula Tahun 2013 di Hotel Grand Palace, Makassar pada tanggal 2-6 Juli 2013.

Dalam sambutan pembukaan acara, Kepala Balai TN. Bantimurung Bulusaraung, Ir. Sri Winenang, MM menyampaikan bahwa dengan pembentukan Kader Konservasi diharapkan mampu berperan aktif dalam menumbuhkembangkan dan menggerakkan upaya-upaya konservasi di tengah-tengah masyarakat. “Kader Konservasi merupakan unsur penting dalam pembinaan cinta alam karena merupakan unsur pelopor dan penggerak dalam upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya serta diharapkan dapat berperan aktif bersama pemerintah dalam mewujudkan manusia yang sadar konservasi”, katanya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai TN. Bantimurung Bulusaraung dan dihadiri oleh Kepala Sub. Bagian TU, Kepala SPTN Wilayah I dan II Balai TN. Bantimurung Bulusaraung, Pengajar/Narasumber serta peserta Kader Konservasi. Jumlah peserta Kader Konservasi sebanyak 30 orang terdiri dari: 3 orang dari Kelompok Generasi muda, 10 orang Kelompok Pecinta Alam, 10 orang dari Guru, 2 orang dari LSM, 3 orang dari Penyuluh Kehutanan, dan 2 orang dari Unsur Pemerintahan. (Tahari)