image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Ini Baru Keren! Festival Gua Internasional di Pangkep, Sulsel

Pesona Kawasan Karst TN. Bantimurung Bulusaraung di Kampung Belae, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep (foto: Kamajaya Shagir).

Pangkep - Wisata minat khusus berkembang pesat di Indonesia salah satunya wisata gua. Di kawasan karst Kampung Belae, Kecamatan Minasa Te'ne, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan digelar festival gua internasional.

Kawasan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TNBB). Karst di TNBB membentang sepanjang 43.750 hektar dan melalui 2 kabupaten. Yaitu Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Potensi yang dapat dikelola adalah wisata penelusuran gua dan panjat tebing.

Untuk itu, para pencinta alam bersama Pemda Pangkep menggelar acara International Cave Festival di Belae. Acara ini dihadiri oleh 250 peserta yang merupakan penggiat selusur gua dari 11 provinsi di Indonesia.

"Karst di sini merupakan karst terbesar nomor 2 di dunia setelah China," ujar ketua panitia lokal, Adi dalam pembukaan International Cave Festival di Belae, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Jumat (4/10/2013).

Acara ini akan digelar selama 3 hari dari hari ini, Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9) mendatang. 4 Orang Bissu, tokoh adat Bugis yang dianggap sakti, melakukan ritual dalam pembukaan acara dan melakukan atraksi ilmu kebal. Festival gua yang pertama kali dilaksanakan di Pengkap ini akan diisi dengan workshop speleogenesis (ilmu tentang gua), penelusuran Gua Kallibong Aloa serta pelatihan vertical rescue.

"Kita berharap acara ini akan menjadi pembuka peluang wisata karst di Pangkep dan meningkatkan ekonomi kita," ujar Bupati Pangkep, Syamsudin A Hamid yang juga berada di lokasi.

Menurutnya, saat ini perhatian masyarakat setempat akan potensi karst ini masih sangat kurang. Rata-rata pengunjung merupakan orang-orang dari luar daerah bahkan luar negeri seperti Perancis, Swedia dan Inggris. Mereka merupakan para peminat khusus karst, seperti pencinta alam, geologist dan arkeolog.

"Kita akan terus sosialisasikan pada warga mengenai potensi ini," ungkap Syamsu.

Sementara itu, Ketua Umum International Cave Festival, Herry Cahyadi mengatakan, sedikitnya ada 268 gua di kawasan karst Maros-Pangkep. 50 Gua di antaranya merupakan gua pra sejarah. Gua tersebut dipenuhi dengan ornamen stalaktit dan stalakmit berkristal yang indah.

"Umumnya kawasan karst berbentuk conicall hill karst (karst berbukit kerucut), tapi kalau di Maros-Pangkep ini berbentuk menara (tower karst)," paparnya.

Herry menjelaskan, menara-menara karst ini membentuk gugusan pegunungan batu gamping. Jika dilihat dari tipenya, karst di Maros-Pangkep ini setipe dengan karst di China Selatan dan Vietnam.

"Potensi di sini sangat besar, masih banyak gua yang belum tereksplor. Kita berharap acara ini akan membuka peluang wisata di Kabupaten Pangkep," tutupnya. (travel.detik.com)