image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Artikel

Si Ekor Naga Hijau

Lamproptera meges, Green Dragontail alias si ekor naga hijau| Foto: Taufik Ismail.

Lamproptera meges itu nama latinnya. Kupu-kupu dari famili Papilionidae ini sungguh memikat hati. Sejak pertama kali melihatnya kami pikir dia tidak termasuk dari bangsa kupu-kupu. Bentuknya yang panjang bak capung saat terbang. Pada awal musim penghujan tahun lalu kupu-kupu ini beberapa kali menyapa di sekitar Taman Kupu-kupu Bantimurung. Namun beberapa bulan kemudian kupu-kupu ini tak pernah lagi menghampiri. Beberapa kali kami melakukan survey potensi di kawasan SPTN Wilayah II Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung namun jarang kami jumpai. Hanya di Resort Pattunuang (Desa Labuaja) kami menjumpainya di akhir September 2013. Itu pun tak sempat kami abadikan karena kelincahan dan tak bisa hinggap berlama-lama saat itu.

Yang membuat kami tertarik dengan “si meges” ini (begitu kami menyebutnya) adalah bentuknya yang unik. Sayap depan berbentuk segitiga yang transparan dengan batas garis hitam membentuk sekat. Sekat ini berjumlah enam sampai delapan bagian. Perut si meges berwarna kuning. Memiliki perpanjangan sayap belakang yang menyerupai ekor berwarna hitam kombinasi biru langit dan putih. Bagian ujung antena si meges membulat dan memiliki warna senada dengan garis atau strip sayapnya berwarna biru muda. Namun kami sedikit heran dengan julukannya Green Dragontail alias si ekor naga hijau. Padahal jika diperhatikan secara seksama stripnya berwarna biru langit. Entahlah...

Habitat Kupu-kupu di telaga Kassi Kebo, Kawasan Bantimurung, TN. Bantimurung Bulusaraung | Foto: Indra Pradana.

Belum lagi kala suatu hari seorang teman memamerkan hasil jepretan si meges terekam kamera sedang pipis. Moment yang menakjubkan. Meskipun sebenarnya perilaku ini umum, menurut pengamatan kami kupu-kupu jika sedang mengisap mineral juga membuang air kecil dari bagian perut paling belakang. Hanya saja karena bentuk tubuhnya memanjang sehingga pada saat buang air kecil seolah-olah disemprotkan memanjang ke belakang. Sedangkan kupu-kupu lain umumnya hanya meneteskannya.

Bagai kayuh bersambut. Kala itu tanpa sengaja kami menjumpai sekumpulan kupu-kupu yang sedang mengisap mineral di pinggir sungai Kassi Kebo (Resort Bantimurung). Lokasi yang menjadi favorit Alfred Russel Wallace saat berkunjung ke Bantimurung. Ya…kupu-kupunya masih banyak walaupun mungkin tak sebanyak saat Wallace berkunjung. Mengingat saat itu tak banyak yang mengusiknya. Setidaknya kala itu kami menjumpai sekitar 12 jenis dalam bentuk gerombolan. Dan si meges pun ada di antara gerombolan tersebut. Tak hanya satu tapi kami menjumpai 4 ekor saat itu.

Dengan menahan teriknya matahari siang itu, tak menghalangi kami memburu si meges untuk mengabadikannya. Betapa senang hati ini, “akhirnya punya juga koleksi foto si ekor naga hijau” gugamku dalam hati. Tak puas perburuan hari itu, kami putuskan untuk mendatangi kembali lokasi tersebut di lain waktu. Hal ini mengingat kala itu hunting kupu-kupu bukan tujuan utama kami, sehingga tugas  utama pun menanti.

Lamproptera meges, Green Dragontail alias si ekor naga hijau sedang asyik mengisap mineral di daerah lumut | Foto: Taufik Ismail.

Hari yang kami sepakati bersama teman pun tiba. Tak sabar rasa menantikannya. Green Dragontail ini menyukai daerah yang basah seperti sungai atau air terjun ataupun genangan air saat musim penghujan. Benar saja seperti hari sebelumnya kamipun masih menjumpai kupu-kupu dalam bentuk gerombolan. Setelah beberapa menit kami pun mengetahui keberadaan si meges sebagai target buruan utama kami. Sedikit terpisah dari gerombolan family Papilionidae lainnya. Genus Papilio dan graphium serta beberapa jenis dari family Nymphalidae menyukai hinggap pada daerah berpasir di pinggiran sungai. Sedangkan tempat mangkal si meges seperti hari sebelumnya kami jumpai pada lumut yang terapung di pinggiran sungai. Sesekali si meges ini terbang kemudian hinggap di daerah berpasir yang basah.

Pada awal perjumpaan kami hanya mendapati seekor Green Dragontail yang sedang asyik mengisap mineral di daerah lumut. Sekitar setengah jam kemudian datanglah seekor lagi. Namun lama kelamaan si meges lain pun datang mengitari dan kemudian hinggap hingga 5 ekor dalam satu waktu.  Kadang berbaris layaknya pasukan yang dikomando seorang komandan pleton. Tak lama kemudian berganti formasi dengan posisi berbanjar. Menambah semangat kami mengambil gambar terbaik. Setelah puas mengabadikan pasukan meges tersebut, kami berkeliling sekitar lokasi Kassi Kebo. Kami pun menemukan seekor lagi si ekor naga hijau ini di sisi lain pinggiran sungai. Kali ini kami menjumpainya hinggap di daerah berpasir yang basah. Sehingga itu kami menemukkan 6 ekor si ekor naga hijau hari ini. Puas rasanya target buruan tercapai. Kamu punya target buruan apa?

Penulis: Taufik Ismail.