image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Fahutan UNHAS dan Balai TN. Babul Gelar Seminar Ilmiah Nasional

Fahutan UNHAS dan Balai TN. Babul Gelar Seminar Ilmiah Nasional (foto: Indra Pradana).

Identitasonline.net- Fakultas Kehutanan bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung mengadakan seminar ilmiah nasional ekologi dan konservasi pada (20-21/11) di Aula Fakultas Kehutanan. Seminar ini mengangkat tema: “Ekologi dan Konservasi Sumberdaya Hayati dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”.  Seminar yang dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Dadang A. Suriamihardja, M.Sc selaku Wakil Rektor I ini dihadiri oleh 60 orang peserta dan 64 orang pemakalah. Para pembawa makalah berasal  dari beberapa universitas, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjajaran, Universitas Sam Ratulangi, Institut Pertanian Bogor, Universitas Haluleo, Politani Kupang, Politeknik Pertanian Samarinda, Institut Teknologi Bandung, Universitas Mataram, IAIN Raden Fattah Palembang, dan Universitas Papua.

Seminar hari pertama (20/11) dibuka dengan tarian 4 etnis oleh Biro Khusus Belantara Kreatif Sylva Indonesia (Pc.) Unhas dan disertai materi dari Ir.Ridwan selaku Kepala Subdit Penangkaran Jenis dari Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementrian Kehutanan. Materi dilanjutoleh tiga pembicara yakni Prof. Dr. Ir. Amran Achmad, M.Sc mengenai Kajian Ekologi Konservasi Vegetasi dn Konservasi Karst, Prof. Dr. Yayuk R. Suhardjono mengenai Keankeragaman Fauna Karst Indonesia, dan Ir. Waldemar Hasiholan, M.Si mengenai Pengelolaan Taman Nasional Bersama Masyarakat.  Seminar hari kedua (21/11) nantinya akan diadakan pemaparan oleh masing-masing pemakalah.

Prof. Dr. Ir. Ngakan Putu Oka, M.Sc selaku Ketua Panitia mengatakan : “Seminar ini diadakan dengan tujuan mempertemukan ilmuwan-ilmuwan ekologi dan konservasi dengan harapan melalui seminar ini terjadi sharing hasil penelitian, juga agar hasil penelitian yang didapatkan dalam seminar ini  dapat berguna bagi lembaga teknis seperti taman nasional dalam meningkatkan pengolahan kawasan konservasi”.  Prof. Oka mengakui dalam persiapan seminar yang hanya memakan waktu kurang lebih dua bulan ini mengalami kendala dalam registrasi peserta. Beberapa peserta lambat mendaftar karena kurangnya informasi yang didapatkan. Namun, di balik itu semua ia mengaku timnya sudah bekerja semaksimal mungkin. Terakhir, ia berharap : “Semoga dengan adanya seminar ini, Himpunnan Ekologi Indonesia yang sudah vakum kembali aktif untuk mengadakan kegiatan serupa dengan harapan semakin banyak peserta dan pemateri yang tertarik dengan adanya seminar seperti ini di tahun-tahun yang akan datang” (Fransiska Wolor/Esa Ramadana) (www.identitasonline.net)