image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.

Kawasan Wisata Pegunungan Bulusaraung

Panorama alam TN. Bantimurung Bulusaraung dilihat dari puncak Gunung Bulusaraung | Foto: Muhammad Fajrin.

Desa Wisata Tompobulu menawarkan suasana pedesaan yang asri, berhawa sejuk, lingkungan yang terawat, dan budaya masyarakat yang ramah. Adat budaya masyarakat Bugis-Makassar masih kuat melekat pada kehidupan masyarakatnya. Bahasa keseharian yang digunakannya pun cukup unik, yaitu Bahasa Dentong, yang merupakan perpaduan antara Bahasa Bugis dan Makassar.

Menikmati harmoni alam desa wisata Tompobulu di kaki gunung Bulusaraung, sekaligus dapat menikmati kehidupan tradisional dan keramah tamahan penduduknya.| Foto: Adit.

Beragam upacara dan kebiasaan masih sering dilaksanakan, seperti Tudang Sipulung (musyawarah desa), Mappadendang (syukuran pasca panen), Tari Mappepe-pepe (tarian sakral para pemuda desa), Ma’raga-raga (ketangkasan Bola Raga), Tari Kalabbirang (tari persembahan pada raja), Tari Makkampiri (tari wujud syukur pasca panen kemiri), Upacara Appalili (upacara pra masa tanam padi), serta Upacara Kotto Boko (ritual pasca panen padi). Suasana budaya Bugis dapat semakin terasa, jika pengunjung meluangkan waktu untuk menginap di rumah-rumah warga yang juga difungsikan sebagai homestay. Masyarakat pun telah berinisiatif membentuk Kelompok Ekowisata Dentong yang senantiasa siap mendampingi pengunjung.

Desa ini terletak tepat di kaki Gunung Bulusaraung. Pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke puncak Bulusaraung yang tidak terlalu tinggi, hanya ± 1.353 mdpl dengan jalur pendakian ± 2 km. Di sepanjang jalur tersebut terdapat 9 pos pendakian yang telah dilengkapi dengan shelter. Menara pengawas di Pos 8 dan Camping ground di Pos 9. Berbagai jenis satwa dapat dijumpai di daerah ini. Jika beruntung, maka disepanjang jalur tracking tersebut, dapat dijumpai musang, tarsius, serta berbagai jenis burung dan kupu-kupu.

Untuk menuju desa ini tidaklah terlalu jauh. Desa ini hanya berjarak ± 70 km dari Makassar atau ± 20 km dari Pangkep.