image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Artikel

Anggrek di Pegunungan Bulusaraung

Coelogyne celebensis, anggrek alam endemik Sulawesi | Foto:Irvan Ardi.

Sejak 2013, Irfan dan Hasrul, pemuda Desa Tompobulu, mulai mengumpulkan anggrek alam. Mereka mengumpulkan satu demi satu, merawat, dan membuat rumah baru bagi tanaman cantik ini.

Kedua pemuda ini bekerjasama dengan Balai Taman nasional Bantimurung Bulusaraung demi suksesnya demplot rintisan mereka. Dua remaja ini belajar otodidak, tak jarang mereka menjelajahi dunia internet, demi memporoleh referensi merawat anggrek alam hasil pencariannya.

Jika menyusuri kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, beragam jenis anggrek bisa dijumpai. Di Indonesia, ragam tanaman ini sampai 5.000 spesies. Sementara di Sulawesi dan Maluku sedikitnya ada 800 spesies. Setengah di antaranya endemik, atau hanya bisa ditemukan di Sulawesi. Keanekaragaman hayati di kawasan Wallace ini memang sejak lama dikenal nilai tinggi keendemikannya.

Irfan dan Hasrul kerap menjelajahi daratan rendah, pegunungan, hingga terjalnya gugusan tebing karst demi segenggam anggrek. Umumnya, anggrek alam bertengger di dahan atau batang pohon. Namun tak jarang juga hidup di atas lantai hutan atau bahkan di antara bebatuan karst. Dengan begitu, butuh nyali untuk mendapatkan anggrek.

Tapi..tunggu dulu. Ini hanya berlaku bagi Ippang dan Accung, sapaan akrab keduanya, sebagai pengelola anggrek alam untuk koleksi demplot di Resort Balocci.

Demplot ini sebagai upaya konservasi ex-situ anggrek alam Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Jadi, tidak berarti jika anda menyusuri kawasan konservasi Bantimurung Bulusaraung boleh memetik anggrek alam.

Melalui tangan dingin keduanya, anggrek dapat tumbuh dengan baik, sehingga persentase tumbuh kembangnya besar. Sehingga tak jarang jika berkunjung ke Desa Wisata Tompobulu beberapa jenis anggrek alam ini ada yang berbunga.

Musim berbunga setiap spesies anggrek alam berbeda-beda. Jadi, perlu memperhatikan waktu yang tepat saat ingin berkunjung ke demplot ini. Dan,Ippang dan Accung punya catatan waktu berbunga setiap koleksi anggrek alam.

Koleksi demplot di Resort Balocci | Foto: Irvan Ardi.

Desa Tompobulu berada di Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. Nama desa ini yang berasal dari bahasa Dentong, bahasa sehari-hari di Tompobulu.

Tompobulu berarti desa yang berada di puncak gunung (tompo : puncak; bulu : gunung). Para pendaki Gunung Bulusaraung pasti melewati desa ini.

Tak heran jika kemudian desa ini dijadikan sebagai desa wisata. kehadiran demplot anggrek alam sangat mendukung status desa yang berada di 800 mdpl ini.

Untuk mencapai desa Tompobulu butuh waktu 2 jam dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar atau sekitar 30 menit dari Pangkep.

Jalan menuju desa ini terbilang mulus. 9 km terakhir pengunjung akan disuguhi jalan yang mendaki dengan aspal beton yang sempit. Berkelok-kelok laksana ular, dimana satu sisinya sangat terjal.

Sehingga, perlu hati-hati dan waspada dalam berkendara. Ada baiknya jika berminat berkunjung ke desa ini memakai kendaraan roda dua. Lebih menarik dan menantang.

Dengan kegigihanya 48 jenis anggrek berhasil dikumpulkannya. Koleksi ini umumnya berasal dari Pegunungan Bulusaraung dan Tombolo, wilayah Resort Balocci.

Tak hanya puas mencari anggrek di wilayah Balocci, Irfan dan Hasrul melintasi wilayah resort lain, seperti Resort Todong Tallasa. Tak kurang 10 jenis berhasil dikoleksinya dari resort yang terkenal memiliki menara karst yang menawan itu.

Di wilayah kerja SPTN Wilayah I Balocci, hanya resort Minasa Te’ne yang belum diarungi mereka. Namun sepertinya tinggal menunggu informasi dan waktu yang tepat untuk menjelajahi resort yang terkenal dengan selusur gua alamnya ini.

Hasil identifikasi Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di tahun 2011 menemukan 85 jenis anggrek di kawasan konservasi ini. Di tahun berikutnya bersama LIPI dan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor menambahkan 5 jenis lagi. Jadi, anggrek alam Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menjadi 90 jenis.

Pada pertengahan bulan Mei 2014, Accung menemukan anggrek jamrud, Dendrobium macrophyllum, yang menambah koleksi anggrek alam taman nasional menjadi 91 jenis. Anggrek jamrud sudah bisa dijumpai di demplot anggrek alam Resort Balocci. Anggrek yang memiliki banyak variant ini ternyata temasuk salah satu yang dilindungi undang-undang.

Pada akhir Juni 2014 teridentifikasi 10 spesies lagi. Total, daftar anggrek Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung mencapai 101 spesies. Dari total itu 12 spesies di antaranya spesies endemik Sulawesi.

Salah satunya: Coelogyne celebensis yang dapat dijumpai di seluruh kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Daftar spesies anggrek alam akan semakin bertambah, mengingat masih terdapat beberapa lokasi yang belum diekplorasi. Sebut saja, wilayah Bulu Tondong Karambu yang memiliki ketinggian mencapai 1.565 mdpl.

Jika tertarik koleksi anggrek alam di demplot ataupun di alam, sambil menikmati kesejukan Tompobulu, Ippang dan Accung akan memandu Anda. Berminat?***

Penulis:Taufiq Ismail, S.Hut (PEH Balai TN. Bantimurung Bulusaraung)