image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Tim Ekspedisi Gua Terdalam dan Terpanjang Maros Dilepas

Tim ekspedisi gua terdalam dan terpanjang Maros dilepas. Pelepasan diawali dengan pertemuan teknis di Soa Soa Adventure Kawasan Pattunuang Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), Rabu (28/10/2015) (Foto: TRIBUN TIMUR/ANSAR).

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Tim ekspedisi gua terdalam dan terpanjang Maros dilepas. Pelepasan diawali dengan pertemuan teknis di Soa Soa Adventure Kawasan Pattunuang Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), Rabu (28/10/2015).

Ekspedisi ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Karts Maros dan menjadi persiapan pemecahan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) untuk gua terdalam 1.119 meter dan gua terpanjang 12.264 meter. Tahap awal, tim ekspedisi ini akan menelusuri Gua Salukang Kallang.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulselbar yang juga Plt Kepala Balai TN Babul Maros Dodi Wahyu Karyanto mengatakan, ekspedisi tersebut akan menggali dan mendokumentasikan potensi-potensi gua di kawasan TN Babul pada khususnya dan di Kabupaten Maros.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman pecinta alam dan pecinta karts. Semangat untuk menjelajah gua ini perlu diapresiasi," katanya.

Menurutnya, timnya sengaja memulai kegiatan tersebut bertepatan dengan momentum hari sumpah pemuda, supaya semangat perjuangan pemuda membuat kegiatan ini berjalan lancar.

Sedangkan, Ketua tim ekspedisi, Andi Mulatauwe dari lembaga Wallacea, mengatakan, pihaknya akan membuat video dokumenter tentang Gua Salukang Kallang.

Video tersebut akan menjelaskan tentang sungai Gallang yang berada di dalam gua ini yang alirannya ke gua Toakala di taman wisata Bantinurung.

"Video ini akan menjadi data visual bagi semua pihak termasuk Menteri Kehutanan, TN Babul, BKSDA Sulselbar juga pemerintah daerah. Tim kami berjumlah 10 orang," katanya.

Kasubag Tata Usaha Balai TN Babul Maros, Dedy Asriady menambahkan, kami berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar, sebab ini menjadi upaya menyelamatkan kawasan karts Maros-Pangkep.

"Dengan ekspedisi ini, kita akan mendapat gambaran utuh tentang gua, termasuk data sebaran gua dan sistim hidrologi,"katanya. (Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe) (makassar.tribunnews.com)