image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

TN Babul Imbau Warga Tak Beri Makan Monyet di Pinggir Jalan

Kepala Balai TN Babul Maros, Sahdin Zunaidi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) Maros mengimbau warga agar tak memberi makan monyet dari hutan Karaenta di kawasan TN Babul, yang turun ke jalan raya.

Salah satu Polisi Kehutanan (Polhut) TN Babul, Ridwan menilai, turunnya monyet tersebut ke jalan raya karena kebiasaan pengendara yang memberi makan. Bahkan, pada Maret lalu menjadi puncak monyet-monyet turun di jalan. Padahal, monyet ini hidupnya liar dan cenderung takut akan kehadiran manusia.

"Hampir setiap hari satwa ini dijumpai berada di pinggir jalan. Setelah di pantau lebih jauh, kebiasaan pengendara memberi makan kawanan monyet hitam ini menjadi pemicu kebiasaan baru ini,"katanya, Selasa (16/8/2016).

Ridwan menjelaskan, monyet yang turun di jalan tersebut adalah monyet Sulawesi (Macaca maura) atau yang lebih dikenal dengan istilah Dare di masyarakat. Populasinya cukup banyak di kawasan konservasi TN Babul. Jenis satwa khas ini pun hanya dapat dijumpai di Sulawesi Selatan.

Monyet-monyet tersebut pun merupakan hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang perlindungan dan pengawetan tumbuhan dan satwa.

Kepala TN Babul, Sahdin Zunaidi pun menjelaskan, dampak pemberian makan pada satwa ini akan mengakibatkan perubahan perilaku, seperti menjadi lebih agresif.

Bahkan, bisa menyerang manusia jika mereka tak diberi makanan. Mereka pun jadi pemalas dan bergantung pada makanan yang diberikan pengendara yang melintas di hutan Karaenta.

"Mereka tidak kekurangan makanan di dalam hutan. Petugas kami senantiasa menjaga keutuhan rumah satwa liar tersebut. Jika monyet ini diberi makanan, kami khawatirkan kesehatannya karena makanan monyet dengan manusia berbeda,"jelasnya.

Untuk itu, pihak TN Babul pun telah memasang papan himbauan di beberapa titik untuk tidak memberi makan kawanan monyet ini. Petugas Polhut juga rutin berjaga di beberapa titik yang sering dijumpai pengendara singgah memberi makan satwa.(*)

Penulis: Anita Kusuma Wardana, Editor: Anita Kusuma Wardana (makassar.tribunnews.com)