image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Bersihkan Jalan Poros Maros-Bone, TN Babul Kumpulkan 250 Karung Sampah

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) menggelar Operasi Bebas Sampah dan Vandalisme di sepanjang Jl Poros Maros-Bone, Kamis (25/8/2016)

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS-Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) menggelar Operasi Bebas Sampah dan Vandalisme di sepanjang Jalan Poros Maros-Bone, Kamis (25/8/2016).

Dalam operasi ini turut melibatkan sejumlah pihak, antara lain TNI, polisi, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, anggota Pramuka, sekolah berbasis lingkungan, kelompok pecinta alam, dan siswa SMK Kehutanan Mamasa.

Mereka kemudian dibagi ke sembilan titik pembersihan sampah. Kegiatan ini dihadiri pula Kepala Balai TN Babul, Sahdin Zunaidi, Kasubag TU Balai TN Babul, Azis Bakri, dan Kepala SPTN Wilayah II Camba, Husain.

Pembersihan dilakukan di areal kawasan wisata yang sering dikunjungi wisatawan dan sarana prasarana yang tersedia, dengan cara mengumpulkan sampah organik dan anorganik serta membersihkan sarana prasarana dari coretan-coretan yang ada.

Kepala Balai TN Babul, Sahdin Zunaidi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga kebersihan Kawasan Wisata Alam Pattunuang Karaenta yang berada di sekitar Jl Poros Maros-Bone.

"Perilaku pengunjung sering meninggalkan sampah dan melakukan vandalisme atau aksi coret-coret di kawasan wisata. Padahal, selain sebagai akses menuju tempat wisata, jalan ini juga merupakan jalur pengamatan Macaca Maura yang merupakan satwa endemik yang dilindungi,"jelas Sahdin.

Dalam operasi ini, tim berhasil mengumpulkan 250 karung dan 150 kantong sampah. Bahkan, di antara sampah yang dikumpulkan, juga terdapat bangkai hewan, seperti ayam, babi dan anjing.

Sahdin pun mengimbau kepada para pengunjung agar tetap menjaga kebersihan kawasan wisata agar kelestarian kawasan baik flora dan fauna serta ekosistem tetap terjaga, termasuk tidak memberi makan kepada kera yang berada dalam kawasan.(*) (makassar.tribunnews.com)

Penulis: Anita Kusuma Wardana

Editor: Anita Kusuma Wardana