image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Stop!!! Memberi Makan Monyet di Karaenta

Kampanye Penyadartahuan STOP !!! Memberi Makan Monyet di Karaenta. Foto: Taufik Ismail.

Bantimurung (09/08/2017), pagi itu mentari bersinar dengan teriknya. Rombongan petugas dari Balai Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung menuju Karaenta. Karaenta adalah hutan alam yang merupakan habitat monyet hitam Sulawesi (Macaca maura).

Beberapa bulan terakhir ini mulai marak lagi aktivitas memberi makan satwa Macaca maura yang berada di pinggir jalan poros Maros Bone yang membelah kawasan TN Bantimurung Bulusaraung.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak Balai TN Bantimurung Bulusaraung selaku otoritas pengelola kawasan konservasi ini. pemasangan spanduk himbauan, penjagaan di sepanjang jalan yang sering ditemui aktivitas memberi makan satwa, hingga pemasangan rambu larangan memberi makan satwa bekerjasama dengan stakeholder untuk mengantisipasi aktivitas baru ini.

Kali ini petugas TN Bantimurung Bulusaraung yang terdiri dari Polhut, PEH, dan dibantu personil Manggala Agni Non Daops melakukan kampanye penyadartahuan agar tidak memberi makan Macaca maura kepada pengemudi yang melintas di Karenta. Kampanye ini telah berlangsung dua minggu terakhir, sejak tanggal 24 Juli 2017 lalu. Sosialisasi dan membagikan stiker agar tidak memberi makan satwa di pinggir jalan poros Maros Bone itu.

Stiker yang dibagikan kepada pengemudi yang melintas di hutan Karaenta. Foto: Taufik Ismail

Macaca maura merupakan salah satu satwa prioritas nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Karaenta juga menjadi site penelitian satwa primata ini. Beberapa peneliti asing telah dan sedang melakukan pelenelitian tentang perilaku dan habitat Macaca maura di Karaenta, Resort Pattunuang.

Bekerjasama dengan peneliti asing asal San Diego State University, USA dan Roma Tre Universita Degli studi, Italia serta Universitas Hasanuddin, Makassar mendesain stiker untuk kegiatan kampanye penyadartahuan ini.

“Kampanye ini kami lakukan karena kebanyakan mereka memberi makan monyet karena tidak tahu akibatnya. Mereka umumnya beralasan kasihan sama monyetnya’’ ujar Abdul Azis Bakry, Kepala Sub Bagian Tata Usaha TN Bantimurung Bulusaraung.

stiker yang dibagikan berisi himbauan dan alasan kenapa tidak boleh memberi makan, termasuk dampak tindakan tersebut.

Tolong!!! Jangan Memberi Makan Monyet (Macaca maura) Mengapa?

- Hutan telah menyediakan buah-buahan alami, dedauanan dan serangga

- Makanan manusia menyebabkan monyet sakit

- Monyet bisa tertabrak kendaraan

Begitu lah salah satu isi stiker yang dibagikan kepada pengemudi yang melintas di hutan Karaenta. (ksdae.menlhk.go.id).

Sumber: Taufiq Ismail-PEH TN Bantimurung Bulusaraung