image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Rangkaian Kunjungan Kerja Dirjen KSDAE ke TN Bantimurung Bulusaraung

Rangkaian Kunjungan Kerja Dirjen KSDAE ke TN Bantimurung Bulusaraung.

Maros, 27/08/2017. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno mengunjungi Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung pada Minggu (27/08). Meskipun hari libur beliau masih melakukan aktivitas kerja dengan anjangsana ke salah satu taman nasional yang berkantor di Bantimurung ini. Tujuan kunjungan kali ini dalam rangka memantau aktivitas Suaka Satwa (Sanctuary) Kupu-kupu di TN Bantimurung Bulusaraung, aktivitas wisata air terjun di Kawasan Wisata Bantimurung, dan aktivitas budidaya kupu-kupu melalui penangkaran milik masyarakat yang berada di sekitar Kawasan Wisata Bantimurung.

Turut hadir mendampingi Dirjen KSDAE, Bambang Dahono Adji, selaku Direktur Konservasi dan Keanekaragam Hayati. Sehari sebelumnya telah dilakukan pembahasan terkait Role Model Pengelolaan TN Bantimurung Bulusaraung Tahun 2018. Dirjen KSDAE dan Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung menanda tangani Role model pengelolaan ini disaksikan oleh Direktur KKH dan Kepala Balai BBKSDA Sulsel, Dody Wahyu Karyanto di Hotel Gammara Tanjung Bunga Makassar.

“Role model pengelolaan ini ke depan akan menjadi pedoman kami untuk menangani permasalahan dalam pelestarian kupu-kupu yang merupakan spesies bendera TN Bantimurung Bulusaraung bersama masyarakat” ujar Sahdin Zunaidi, Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung usai penanda tanganan role model  pengelolaan tersebut.

Hal yang menggeletik Dirjen KSDAE ini adalah maraknya penjaja souvenir kupu-kupu di pintu masuk Kawasan Wisata Bantimurung yang belum tertata baik serta pembinaan kelompok penangkar kupu-kupu oleh masyarakat yang belum maksimal. Olehnya melalui kunjungan kerja ini Pak Dirjen menelisik titik permasalahan dan merancang solusinya. Role model pengelolaan adalah salah satu upaya dalam melestarikan kupu-kupu dengan melibatkan masyarakat yang berada di sekitar kawasan TN Bantimurung Bulusaraung. “Ada beragam role model pengelolaan yang diterapkan di kawasan konservasi di Indonesia bergantung satwa utama yang ingin ditangani” ujar Wiratno di display room Santuary Kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung

Pada kesempatan tersebut pihak TN Bantimurung Bulusaraung juga meluncurkan buku informasi dengan judul “Sanctuary Kupu-Kupu Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung”. Buku tersebut berisi tentang jenis kupu-kupu yang dibudidayakan di Santuary Kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung, siklus hidup, pakan serta informasi pendukung lainnya. Buku ini terbit berkat hasil kerjasama Konservasi Keanekaragaman Hayati antara Balai TN Bantimurung Bulusaraung dan PT. Pertamina. (ksdae.menlhk.go.id).

Sumber: Much. Syachrir dan Taufiq Ismail – PEH TN Bantimurung Bulusaraung.