image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Lokakarya Validasi Pengukuran Kompetensi di TN Bantimurung Bulusaraung

Lokakarya Validasi Pengukuran Kompetensi di TN Bantimurung Bulusaraung.

Makassar, 31 Agustus 2017. Food and Agriculture Organization (FAO) of the United National menggelar Lokakarya Validasi Pengukuran Kompetensi di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) pada 29 – 30 Agustus di Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Makassar.

Lokakarya ini bertujuan untuk menyampaikan dan membahas hasil pengukuran instrumen tingkat kompetensi sumber daya manusia (SDM) Aparatur dan Non Aparatur di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Pada lokakarya ini perwakilan dari segenap unsur Aparatur dan Non Aparatur yang merupakan stakeholder TN Bantimurung Bulusaraung hadir. Perwakilan setiap resort, kelompok kerja hingga pejabat struktural hadir mewakili unsur Aparatur TN Bantimurung Bulusaraung. Non Aparatur TN Bantimurung Bulusaraung hadir perwakilan Pendamping Masyarakat, Kader Konservasi, Pemandu Wisata, Pemandu Wisata Gua, Pemandu Wisata Gunung, Manggala Agni Non DAOPS, Operator Sistem Peringatan Bahaya Kebakaran, Operator Peralatan Pemadaman, Penata Posko Siaga, Penata Logistik dan Pergudangan dan Kepala Regu.

Selain dari TN Bantimurung Bulusaraung turut hadir pula sejumlah kepala UPT Kementerian LHK lingkup Sulawesi Selatan dan sejumlah pejabat dari BP2SDM dan Ditjen KSDAE Kementerian LHK. Total peserta yang hadir sebanyak 62 orang.

Lokarya validasi pengukuran kompetensi ini secara resmi dibuka oleh Wahyu Supartono selaku National Consultant FAO on E-Learning. Lokarya berjalan dengan melakukan sejumlah pembahasan topik melalui Forum Discussion Grup (FGD).

Lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Training Need Assessment (TNA) yang dilaksanakan pada 12 – 16 Juni 2017 lalu di Ruang Rapat Balai TN Bantimurung Bulusaraung. Dimana FAO yang bekerjasama dengan Kementerian LHK melalui Badan Penyuluhan dan Pengembanagan SDM (BP2SDM) dalam rangka meningkatkan SDM pengelola kesatuan pemangkuan hutan. Pilot project pada Kementerian LHK ini dilakukan pada TN Bantimurung Bulusaraung dan KPHK Model Jeneberang. “Melalui lokakarya ini akan diperoleh validasi hasil Training Need Assessment yang telah dilaksanakan sebelumnya” ujar Wahyu Supartono.

Balai TN Bantimurung Bulusaraung mendukung penuh program kerjasama FAO dan Kementerian LHK ini. Dimana TN Bantimurung Bulusaraung terpilih sebagai salah satu pilot projectnya. “Saya berharap setelah lokakarya ini muncul rekomendasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan bagi SDM Aparatur maupun SDM non Aparatur TN Bantimurung Bulusaraung” Tambah Sahdin Zunaidi, Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung. (ksdae.menlhk.go.id).

Sumber: Taufiq Ismail – PEH TN Bantimurung Bulusaraung.