image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Kebakaran Hutan Pinus di Resort Pattunuang TN Bantimurung Bulusaraung

Kebakaran Hutan Pinus di Resort Pattunuang TN Bantimurung Bulusaraung. Foto: BTNBABUL

Maros, 9 September 2017. Jumat siang (08/09/2017) telah terjadi kebakaran hutan di Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Kab. Maros. Lokasi kebakaran hutan di TN Bantimurung Bulusaraung Resort Pattunuang pada zona rimba dan zona khusus. Kondisi di lapangan di dominasi hutan pinus dan berbatasan langsung dengan hutan produksi pinus yang disadap oleh masyarakat setempat.

Laporan awal kebakaran hutan ini diperoleh dari Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang berada di sekitar lokasi kejadian pada pukul 12.15 Wita. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan menurunkan 2 anggota Manggala Agni untuk melakukan size up, sementara anggota tim lain mempersiapkan peralatan pemadaman.

Pukul 13.00 Wita dengan kekuatan 2 regu dengan jumlah personil 30 orang berangkat menuju lokasi kebakaran. Dengan menggunakan 2 kendaraan roda dua, satu mobil logistik dan sebuah mobil slipon menempuh perjalanan tak kurang dari 3 jam hingga sampai di lokasi kejadian. Kepala Unit (Kanit) Manggala Agni, Surapil memimpin langsung tim pemadaman di lokasi kejadian dan terus melakukan koordinasi dengan aparat setempat. Sore hari sekitar pukul 16.40 Wita telah bergabung tim dari Polsek Tompobulu bersama masyarakat setempat turut membantu pemadaman api.

Setelah briefing dan melakukan pembagian tugas masing-masing di lapangan, pemadaman dilakukan dengan menggunakan jet shooter sebanyak 10 buah, mobil slipon dengan kapasitas 600 liter dan peralatan tangan.

Vegetasi dilokasi kejadian yang didominasi hutan pinus ditambah angin kencang sehingga kebakaran cepat meluas. Surapil juga terus berkoordinasi dengan pejabat struktural TN Bantimurung Bulusaraung untuk menentukan langkah-langkah yang dapat ditempuh selanjutnya. “Tetap upayakan pemadaman dengan menjaga keselamatan dalam memadakan api” pesan singkat Sahdin Zunaidi, Kepala Balai TN Bantimurung melalui grup media sosial untuk memudahkan koordinasi.

Sampai dengan pukul 18.30 Wita api sudah dapat dikendalikan oleh tim Manggala Agni Non Daops TN Bantimurung Bulusaraung. Tumbangnya pohon pinus yang telah terbakar adalah salah satu bahaya yang mengintai tim Manggala Agni Non DAOPS ini. Hari pun mulai gelap sehingga sulit memprediksi pohon yang hampir tumbang karena terbakar. Kondisi angin kencang dan vegetasi pinus yang mudah terbakar kembali sehingga 2 regu berseragam merah ini memutuskan menginap di lokasi kejadian untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran ulang. Mop up telah dilakukan selama kurang lebih 2 jam sebelum istirahat.. Mop up akan dilanjutkan keesokan harinya untuk memastikan api benar-benar telah padam.

“Luas perkiraan awal kebakaran hutan sampai pukul 20.15 Wita tadi malam tak kurang 2 hektar” tutur Surapil saat kami hubungi via telepon. Sampai berita ini diturunkan Tim Manggala Agni Non Daops TN Bantimurung Bulusaraung masih di lokasi kejadian kebakaran hutan melakukan mop up.

Terus berjuang pahlawan api, pantang pulang sebelum padam. Semangat dan utamakan keselamatan (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Taufiq Ismail - PEH TN Bantimurung Bulusaraung