image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Ratusan Peserta Ramaikan Jelajah Wisata 'Seven Wonder' Kawasan Kars Pangkep

Ratusan Peserta Ramaikan Jelajah Wisata 'Seven Wonder' Kawasan Kars Pangkep. Foto: www.rri.co.id

KBRN, Pangkep : Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung lebih aktif memperkenalkan kawasan taman kars kepada masyarakat, salah satunya dengan menggelar Jelajah Wisata Seven Wonder di wilayah taman kars Bulusaraung Kabupaten Pangkep.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sahdin Zuhaidi mengatakan selain lebih memperkenalkan ke masyarakat jelajah seven wonder ini juga untuk mencari masukan terkait apa kekurangan dan kelebihan dari kawasan ini.

“Kita sudah gelar beberapa kali kegiatan seperti ini, tapi baru kali ini di Pangkep, karena Taman Nasional Babul ini terdiri Maros dan Pangkep,” ungkapnya, Sabtu (21/10/2107).

Sementara Bupati Pangkep Syamsuddin A. Hamid usai melepas peserta Jelajah Wisata Seven Wonder di kawasan Goa Kalibbong Aloa Desa Biraeng Kecamatan minasatene pangkep berharap even ini dapat dijadikan kalender tahunan di Pangkep karena pihaknya juga sementara berupaya lebih memperkenalkan wisata Pangkep ke dluar.

“Kita berharap jelajah ini bisa jadi even tahunan di Pangkep karena kita juga mulai mengembangkan pariwisata agar dikenal di luar,” ungkapnya.

Jelajah Wisata Seven Wonder diikuti 120 peserta dari berbagai komunitas dari Pangkep, Maros dan Kota Makassar, yakni komuitas jurnalistik, fotografi, sosial media dan bloger, maupun kelompok pecinta alam yang mengambil di latar di 3 lokasi yakni site leang lonrong, site Belae dan site  pegunungan Bulu Saraung. (HP/HF) (www.rri.co.id)