image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Balai TN Bantimurung Bulusaraung Turut Serta Memeriahkan Hari Menanam 25 Pohon Seumur Hidup

Balai TN Bantimurung Bulusaraung Turut Serta Memeriahkan Hari Menanam 25 Pohon Seumur Hidup. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 27 November 2017. Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E SUMA) menggelar giat tanam memeriahkan Hari Menanam 25 Pohon Seumur Hidup. Giat tanam ini juga dirangkaian beberapa kegiatan lain. Kegiatan tersebut diantaranya senam, pemotongan tumpeng, dan pertemuan koordinasi membangun tim efektif dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.

Rangkaian kegiatan ini berlangsung di Kantor Daops Manggala Agni Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Sulawesi pada Jumat, 24 November 2017. Kantor Daops ini berada di Kecamatan Parangloe, Kabupten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kegiatan diawali dengan senam bersama dilanjutkan pemotongan nasi tumpeng dalam rangka memperingati ulang tahun P3E SUMA yang ke 22. Seluruh peserta yang hadir juga menanam pohon di halaman Kantor Daops Manggala Agni menyemarakkan hari menanam pohon 25 pohon seumur hidup.

Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sendiri diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha beserta beberapa stafnya mengikuti serangkaian kegiatan tersebut. Koordinator unit pelaksana teknis lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan ini juga mengundang intansi lain.

Kegiatan ini dihadiri oleh Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Balai Penelitian dan Pengembangan LHK Makassar, Balai Pendidikan dan Pelatihan LHK Makassar, Balai Pengelolaan DASHL Jeneberang-Saddang. Acara sehari ini juga dihadiri Balai Perbenihan Tanaman Hutan Sulawesi, Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VII Makassar, Balai Pemanfaatan Hutan Produksi Wilayah XV Makassar.

Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sulawesi juga turut berpartisipasi. Tak ketinggalan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Sulawesi, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan dan SMK Kehutanan Negeri Makassar ikut memeriahkan kegiatan ini.

Pada puncak acara Kepala P3E Suma menyampaikan materi dengan tema “Membangun Tim Efektif” dalam tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan.  dr. Grace V. Dumalang, M.Kes dari PKP2A II LAN Makassar juga berkesempatan menyampaikan materi pembinaan.

“Tiga nilai strategis revolusi mental aparatur sipil negara yakni integritas, kerja keras, dan gotong royong harus ditingkatkan dalam pelayanan publik.” Tegas Darhamsyah, Kepala P3E SUMA.

Grace Dumalang sendiri menyampaikan bahwa TEAM merupakan singkatan dari Together, Everyone, Achieve, More. Dengan begitu TEAM memiliki arti bahwa dengan bersama setiap orang mencapai lebih banyak dan lebih baik. Oleh karnanya dibutuhkan tim yang efektif dan solid serta mampu bekerja sama dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.

Semoga dengan terbentuknya tim yang efektif pada intansi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup Sulawesi Selatan dapat meningkatkan tata kelola. Pada akhirnya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada publik. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Much. Syachrir – Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung