image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Kunjungi Maros, Anggota DPR Komisi IV Sambangi Sanctuary Kupu-Kupu di TN Bantimurung Bulusaraung

Kunjungi Maros, Anggota DPR Komisi IV Sambangi Sanctuary Kupu-Kupu di TN Bantimurung Bulusaraung. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 18 Desember 2017. Sejumlah anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan Kabupaten Maros. Dimana salah satu pasangan kerja komisi IV ini adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terutama bidang kehutanan. Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Desember 2017.

Rombongan anggota DPR ini sebanyak 27 orang yang dipimpin langsung oleh wakil ketua komisi, Daniel Johan. Tampak juga dalam rombongan Darori Wonodiputro, Direktur Bina Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial, dan Kepala Bagian Program Anggaran. Tak ketinggalan Eko Patrio, selalu mencolok dengan senyum khasnya. Artis ibukota yang menjadi anggota DPR RI.

Pada kunjungan kali ini anggota DPR RI meninjau Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Maros. Mereka juga berkesempatan mengunjungi pembibitan ternak di Maros. Selanjutnya rombongan ini mengunjungi kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Kunjungan di kawasan konservasi ini menyambangi Santuary Kupu-kupu dan air terjun bantimurung yang keduanya berada di Kawasan Wisata Bantimurung.

Dengan hangat sejumlah pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup Sulawesi Selatan menyambut rombongan ini. Tampak Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kepala P3E Sulawesi Maluku, Kepala BP2LHK Makassar, Kepala Balai PPI. Tak ketinggalaan Kepala BPDASHL Jeneberang Saddang, Wakil Kepala BBKSDA Sulawesi Selatan turut menyambut kedatangan rombongan ini.

Pada sanctuary kupu-kupu rombongan DPR ini melihat langsung kupu-kupu yang beterbangan di dalam dome budidaya. Mereka juga berkesempatan meninjau jembatan pengamatan, Helena Sky Bridge yang dikelola oleh mitra taman nasional. Rombongan juga mengunjungi display room untuk mengamati awetan beragam jenis kupu-kupu penghuni Bantimurung Bulusaraung sebagai media edukasi, penelitian, dan ekowisata.

Sepanjang kunjungan di santury ini rombongan mendapat penjelasan tentang siklus hidup kupu-kupu, tata kelola kawasan dan pelayanan kunjungan. Kepala balai taman nasional beserta staf sanctuary kupu-kupu dengan setia memberikan penjelasan kepada mereka.

Beberapa pertanyaan juga meuncul dari rombongan baik tentang jenis kupu-kupu yang dilindungi, jumlah jenis yang dijumpai di kawasan taman nasional, serta waktu terbaik untuk melihat kupu-kupu di alam.

“Kita perlu memperhatikan kelanjutan tata kelola santuary kupu-kupu ini terutama dari segi anggaran. Mengapa?, karena potensi yang dimilki Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung ini sangat unik. Oleh karena itu harus dijaga, dipelihara, dan dikembangkan dengan melakukan penambahan fasilitas baik untuk penelitian maupun untuk sarana pendukung ekowisatanya,” tutur Darori kepada rombongan anggota DPR tersebut.

Pada akhir kunjungan di santuary ini perwakilan rombongan menyerahkan cenderamata kepada Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Selanjutnya rombongan menyempatkan diri mengunjungi air terjun bantimurung, menikmati deburan air terjun dari dekat. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Abdul Azis Bakry – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung